Memaknai Sejarah Telok Herujo, Ternyata Sudah Ada di Bangka Selatan Sejak 100 Tahun Lalu

Telok Herujo (ist)

Oleh : Dwikki Ogi Dhaswara, S.Sos
TRASBERITA.COM — Menganalisis data Warisan Budaya Takbenda tahun 2016 yakni Telok Herujo merupakan tradisi adat yang bernuansa Islami di Pulau Bangka khususnya di Kabupaten Bangka Selatan.

Bagi masyarakat Bangka Selatan, “Telok Herujo” adalah alat yang digunakan dalam suatu kegiatan atau hajatan religius yang wadah/dulang terbuat dari kayu berbentuk bintang bersegi/ segi lima dan terdiri dari tingkatan-tingkatan.

Bacaan Lainnya

Lokasi Persebaran dan Komunitas Pelaku Tradisi Telok Herujo di Pulau Bangka terpusat di 1. Kabupaten Bangka Selatan khususnya di Kecamatan Air Gegas dan Kecamatan Lepar Pongok.

Artinya Telok Herujo tersebar di Kabupaten Bangka Selatan dan bukan hanya ada dalam 1 kecamatan saja.

Karena masyarakat di dua daerah tersebut telah lebih dari 4 generasi menjadikan Telok Herujo sebagai bagian dari perangkat upacara adat yang bernuansa Islami seperti acara arak-arakan dalam Kawin Heredek (Kawin Massal) maupun sebagai hantaran pernikahan, Khataman Al Quran, Khitanan dan acara potong rambut bayi yang telah berumur 40 hari.

Hanya saja dalam penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda tahun 2016 kemarin dipilih di Desa Airgegas dikarenakan di desa tersebut sering dilaksanakan perayaan seperti Ngarak Telok Herujo.

Menurut sejarahnya Telok Herujo sudah lama ada, tidak diketahui dengan pasti angka tahunnya kapan Tradisi Telok Herujo mulai dilaksanakan di Bangka Selatan, namun menurut informan pemuka adat yakni Umar Rawi (Tokoh Adat Pongok, usia 70 tahun) mengatakan bahwa Tradisi Telok Herujo telah ada di Bangka Selatan sejak 3-4 generasi di atas Pak Umar yakni sekitar 100 tahun yang lalu atau bahkan lebih.

Kalau ada yang menginformasikan bahwa Telok Herujo sudah ada ditahun 1950an itu bisa saja, dikarenakan setiap desa tentunya memiliki sejarah masing-masing tentang keberadaan tradisi Telok Herujo. namun, jika dikaitkan dengan lahirnya pengantin massal setelah tahun tersebut, hal itu merupakan informasi yang kurang tepat, dikarenakan pengantin massal/Kawin Heredek sudah ada pada tahun 1937 bukan setelah 1950an sesuai dengan data sejarah yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda tahun 2021.

Banyak nilai-nilai budaya luhur terkandung dari tradisi Telok Herujo.

Nilai-nilai budaya luhur tersebut mempunyai fungsi atau bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat seperti nilai tolong menolong, nilai persatuan, nilai sosial dan nilai motivator.

Dalam kegiatan pembuatan Telok Herujo terlihat adanya tolong menolong yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadi bagian dalam suatu kelompok masyarakat kampung.

Disamping fungsi tolong menolong, tradisi Telok Herujo juga berfungsi sebagai alat pemersatu masyarakat.

Persatuan terbentuk berdasarkan kesepakatan dan kesamaan kepentingan.

Agar pekerjaan mereka dapat diselenggarakan dengan mudah dan cepat serta tepat waktu.

Nilai motivator, dimana untuk anak- anak yang mau mengkhatamkan Al Quran akan diberikan penghargaan berupa diarak keliling kampung dengan Telok Herujo.

Bagi anak-anak di Kabupaten Bangka Selatan penghargaan atas usaha mereka telah mengkhatamkan Al Quran dengan arak-arakan Telok Herujo sangat mereka idam-idamkan termasuk juga saat khitanan.

Disamping fungsi nilai di atas, tradisi Telok Herujo juga memiliki makna simbolik dari wujud telok herujo yang ditampilkan.

Bunga Seroja dikaitkan dengan keindahan, kesuburan, kemakmuran, keabadian dan spiritualitas. Telor sebagai perlambang kehidupan dan kesuburan. (tras)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *