3 WPS di Toboali Terindikasi Penyakit Menular

TOBOALI, TRASBERITA.COM — Pemeriksaan kesehatan terhadap Wanita Pekerja Seks (WPS) di Toboali dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Pemeriksaan kesehatan terhadap WPS tersebut dilakukan secara rutin, oleh DKPPKB Kabupaten Basel untuk menjaga kesehatan WPS ketika bekerja.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala DKPPKB Kabupaten Agus Pranawa, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Slamet Wahidin menyebutkan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan Polres Basel untuk melakukan pemeriksaan terhadap WPS di Toboali.

“Alhamdulillah hari ini, kami dibantu oleh pihak Polres Basel untuk melakukan pemeriksaan terhadap WPS yang bekerja di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Toboali,” sebut Slamet Wahidin, Rabu (11/01/2023).

Menurut dirinya, dari jumlah tempat atau lokasi tempat WPS bekerja ditemukan 38 WPS yang bekerja di Toboali dan dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil kita cek kesehatan tadi ada tiga orang WPS, terindikasi penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan langsung kita tindak lanjuti untuk proses lebih lanjut,” katanya.

“Dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini, dapat mengantisipasi penularan penyakit dan WPS bisa tetap berhati-hati dalam melakukan seks,” katanya.

Slamet mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap WPS, agar para WPS di Toboali tidak terkena penyakit IMS ataupun HIV yang ditakutkan semua orang.

“Tahun kemarin ada beberapa titik kita datangi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, kami sangat bersyukur mereka responnya sangat baik kedatangan tim kami kesana,” ujarnya.

Slamet pun mengungkapkan di awal tahun 2023 ini, kasus HIV di Kabupaten Basel bertambah dari tahun 2022 lalu sebanyak empat orang.

“Tahun 2022 kemarin HIV kita berjumlah 22 orang, pada awal Januari ini menjadi 26  orang yang terkena penyakit HIV di Kabupaten Basel,” ungkap Slamet.

“Penambahan ini karena adanya data masuk lagi di kami, akibat dari pasien yang kemarin sudah terkena HIV keluar ke Basel dan masuk lagi kesini sehingga menambah jumlah pasien HIV,” ucapnya.

Selain melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap WPS, DKPPKB Kabupaten Basel melakukan himbauan dan peringatan kepada para WPS untuk tetap waspada dan hati-hati dalam bekerja.

Apalagi penyakit IMS ataupun HIV mudan tertular kepada para WPS, terutama yang  sering melakukan hubungan intim dengan pasangan yang berbeda-beda.

“Bukan hanya pemeriksan kesehatan kita lakukan tadi, kita memberikan juga alat pengaman kepada WPS serta memberikan himbauan kepada mereka agar tetap berhati-hati dalam berhubungan seks,” imbau Slamet.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi WPS ini, DKPPKB Basel bekerjasama dengan pihak Polres Basel dalam mendampingi petugas medis. (*/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *