TEMPILANG, TRASBERITA.COM — Sebanyak 2.500 paket sembako senilai Rp 163.000 per paket dikucurkan kepada masyarakat Tempilang, di rumah Lin Bendahara Panitia PIP, Minggu (16/4/2023).
“Alhamdulillah, bantuan untuk masyarakat sudah kita kucurkan. Nilainya sekitar Rp 400 juta an,” ujar Lin.
Pada kesempatan sama, Ketua Panitia Toto menjelaskan bahwa dari alokasi bagi hasil yang diterima oleh masyarakat tersebut, akhirnya menjelang lebaran Idul Fitri 1444 H ini bisa dikucurkan.
“Kita mendapat apresiasi dan dukungan secara utuh. Hal ini menunjukkan totalitas kepanitiaan yang baru seumur jagung ini,” tukas Toto.
Maryadi mewakili dari SDT “Satu Darah Tempilang” mengungkapkan keinginannya agar semua ponton di Tempilang bernaung pada satu kepanitiaan saja, yakni Panitia Pelaksana PIP Laut Tempilang.
“Kami yakin pasti masyarat dan pemuda Tempilang akan merasakan manfaatnya. Jadi jika ada yang mencoba membuat gaduh, dapat dipastikan kami ada bersama mereka, demi masyarakat,” tandas Maryadi.
Hal yang sama disampaikan juga oleh nelayan Bintang Laut, Atok Kardi yang merupakan orang yang dituakan di Tempilang.
“Anggota Bintang Laut sebenarnya sangat setuju jika terbukti direalisasikan, dan pantas dalam artian ‘Sama Nginyam’. Kami menilai tak ada yang lebih utama dari konsep kebersamaan untuk kemaslahatan umat. Walau Ketua Kami secara pribadi tidak menyetujuinya,” ujar Atok Kardi.
“Alhamdulillah, kami ikut mendampingi kakek. Atok saya (Kardi) sudah lumayan uzur, jadi uang sejumlah Rp 1 juta per nelayan sangatlah membantu keluarga kami,” timpal Maudi.
Penyerahan bantuan tersebut digawangi oleh Toto, Iin, dan Yuli,
selaku tokoh di Tempilang dan terstruktur dalam Panitia Pelaksana PIP Laut Tempilang.
“Dalam sebulan beroprasi ini, ada 20% pembagian penghasilan PIP senilai 950 Juta,” ujar Toto.
Ungkapan serupa disampaikan Yuli.
“Semua unsur dan pihak yang terkait pasti mendukung Panpel PIP Laut Tempilang jika untuk bersama dan mengena langsung ke masyarakat,” tukasnya. (tras)






