BANGKA, TRASBERITA.COM — Sebanyak 70 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Bangka Belitung (UBB), melaksanakan praktik jurnalistik di Ruang Praktik Penyuluhan Agribisnis, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi UBB, Rabu (15/2/2023).
Praktik jurnalistik ini di bawah bimbingan Eddy Jajang J Atmaja, salah seorang dosen Prodi Agribisnis.
Bersama mahasiswa, Eddy Jajang membahas elemen-elemen yang ada di media massa (cetak dan elektronik), seperti berita, layout (tata letak), iklan (advertising), gate keeper (penjaga gawang media) dan views (opini, tajuk rencana, kolom).
“Sebagai acuan, sengaja kita gunakan dua media cetak terbitan dalam dan luar negeri,” ujar Eddy Jajang ketika ditemui usai mementori praktik jurnalistik.
Dijelaskan Eddy, praktik jurnalistik merupakan bagian dari materi mata kuliah komunikasi yang miliki bobot tiga SKS (satuan kredit semester).
Dua SKS di antaranya berupa teori — yang disampaikan melalui kuliah tatap muka –, dan satu SKS lagi berupa praktik.
Mahasiswa tampak antusias ketika melaksanakan praktik jurnalistik ini.
Sebelumnya mahasiswa ini telah mendapat teori tentang komunikasi massa, sehingga mudah memahami praktik.
“Akan halnya USA Today, kita perbesar menggunakan proyektor sehingga mahasiswa dapat dengan jelas mengetahui pola layout, berita dan fotonya,” ujar Eddy Jajang, mantan wartawan Kompas Grup Gramedia (KKG).
Dimas Rahmadani, salah seorang mahasiswa Agribisnis yang mengikuti praktik jurnalistik mengaku puas dengan model praktik seperti ini.
Menurutnya, proses penyampaikan berita melalui media massa akan mudah dipahami bila dilakukan melalui praktik di laboratorium.
“Misalnya tentang pilihan mengapa gate keeper (reditor, redaktur pelaksana-red) sampai memutuskan satu berita menjadi headline. Atau tulisan feature di letakkan di banner (bagian bawah Koran-red) pada halaman pertama koran,” tukas Dimas.
Pada praktik jurnalistik yang berlangsung selama empat jam itu, mahasiswa dijelaskan tentang jenis-jenis layout suratkabar (vertikal, sirkus, horizontal, diagonal dan gabungan di antaranya).
Filosofi berita ‘menarik’ lebih diutamakan ketimbang ‘penting’ (“if a dog bite a man, that is not news, if a man bite a dog, that’s news”, dari Lord Northcliffe).
Mahasiswa juga dijelaskan tentang jenis-jenis berita dan feature serta konsep ‘menarik’ untuk berita seperti 4 P (people, people, people, people).
Eddy Jajang mengemukakan, praktik jurnalistik dilakukan sekali seminggu ini juga mempraktikan cara membuat lead (teras berita) dan feature.
“Jenis lead kami praktikan melalui konsep 5 W 1 H. Ada banyak jenis lead, sesuai dengan jenis berita yang dibuat mahasiswa,” ujar Eddy Jajang, pengampu mata kuliah Komunikasi.
Mengenai bisnis media, dalam praktik diuraikan panjang-lebar konsep M-C-M berupa lingkaran tertutup. M adalah singaktan dari money, dan C adalah singkatan commodity.
“Artinya media akan survive bila ada pemasukan dari iklan. Koran contohnya, penerimaan perusahaan koran berasal dari unit bisnis iklan dan jual koran. Karena itu maka bisnis koran harus menerapkan strategi bisnis 4 P dan melaksanakan segmentasi, targeting dan positioning,” ujar Eddy Jajang. (*/tras)






