8 Tahun Menunggu Kaki Palsu, Preanto Akhirnya dapat Simpati PT Timah Tbk: Terimakasih Pak Dirut..!

Preanto (28), Warga Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. (JB/tras)

Editor: Bangdoi Ahada
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Preanto (28) mengucap rasa syukur.

Mimpinya yang sudah 8 tahun ditunggu untuk memiliki kaki palsu, dalam waktu dekat ini akan terwujud.

Bacaan Lainnya

Adalah PT Timah Tbk yang akan membantu mewujudkan harapan dan asa warga Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah ini.

Berita tentang keinginannya memiliki kaki palsu yang sempat dipublish oleh Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber) pada Selasa (31/1/2023) lalu, langsung di respon oleh Direktur Utama PT Timah Tbk, Achmad Ardianto.

“Wa’alaikumsalam… Terimakasih, kami segera follow up,” ujar Achmad Ardianto, kepada Tim Jobber, Selasa (31/1/2023) pagi.

Ternyata apa yang dikatakan Dirut PT Timah Tbk ini langsung ditindaklanjuti oleh staf PT Timah Tbk, yang mendatangi rumah Preanto di Batu Beriga, pada Rabu (1/2/2023).

Preanto mengaku kaget dan awalnya tak percaya jika dirinya mendapat perhatian dari PT Timah Tbk.

“Kami sekeluarga kaget, tiba-tiba ada pihak PT Timah datang ke rumah,” ujar pria yang sudah 8 tahun ini merindukan kaki palsu.

Bahagiah bercampur haru, begitulah rasa yang berkecamuk dalam dada Preanto, mendengar tujuan kedatangan tim PT Timah Tbk, yang akan memberikan bantuan kaki palsu.

Kedatangan Tim PT Timah tersebut untuk melakukan pengukuran kaki palsu yang dibutuhkan Preanto.

Usai pengukuran, sekarang kaki palsu milik Preanto sedang diproses.

Dalam beberapa hari kedepan, Preanto akan memiliki kaki palsu.

“Terimakasih PT Timah. Terima kasih Bapak Direktur PT Timah, yang telah memerhatikan kami ini. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan Bapak,” ujar Preanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Preanto menginginkan kaki palsu.

Sebab sudah delapan tahun ini Preanto terpaksa menggunakan kursi roda bekas untuk melakukan aktivitas.

Preanto mengaku, selama ini tidak ada bantuan, baik dari pemerintah Desa hingga pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hanya doa yang terus Ia panjatkan, siapa tahu suatu saat ada orang baik yang perduli akan nasib dirinya tersebut.

“Mudah-mudahan dengan diberitakan ini ada yang bersedia bantu saya. Moga saja PT Timah mendengarkan keluhan saya ini. Karena kata orang-orang, PT Timah biasanya mau membantu orang yang kesusahan,” ujar Preanto saat itu.

Preanto merupakan warga Desa Batu Beriga, Rt 005 Rw 001, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Preanto seorang penyandang disabilitas, mengalami kecelakaan pada tahun 2015 silam, sehingga mengharuskan kaki kanannya terpaksa diamputasi.

Peristiwa naas itu terjadi dipertengahan bulan November 2015, pada saat dia sedang mengambil daun pohon kelapa (mengambil upah).

Dikarenakan licin, menyebakan Ia terjatuh dari ketinggian belasan meter pohon kelapa yang dipanjatnya di Pulau Pongok, Bangka Selatan.

Akibat peristiwa ini, membuat kaki sebelah kanannya harus diamputasi.

Akibat dari kecelakaan itu, Preanto menderita luka berat pada bagian setengah badan dari pinggang hingga kaki tidak bisa digerakkan terkujur kaku, seperti mati badan sebelah.

Ia diharuskan menjalani operasi tulang bagian belakang karena divonis sudah lumpuh total oleh dokter Rumah Sakit yang ada di Sungailiat pada saat itu.

Dikarenakan tidak diizini oleh pihak keluarganya untuk operasi tulang punggungnya itu, akhirnya Preanto mengikuti teraphi pijat urut, sehingga ada sedikit kemajuan dan akhirnya sembuh dari penyakit tersebut.

Tapi sayangnya hanya sebentar saja dia merasakan itu. Tak berapa lama kemudian terjadinya keropos tulang telapak kaki, hingga membusuk dan harus diamputasi.

Pasca kecelakaan itu, dibulan Augustus 2022 lalu disempat dirawat inap dikarnakan telapak kaki sebelah kanannya sudah terlalu membusuk dan Dokter memberikan dua pilihan, akhirnya Dia memutuskan untuk mengamputasi kaki nya karena luka berat yang dialaminya.

Untuk menjalankan aktifitasnya sehari hari, saat ini pria 28 tahun tersebut harus menggunakan bantuan tongkat. (JB/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *