8 TI Tower Mini di Laut Tanjung Gunung Ditertibkan, Penambang Diminta Urus Syarat Bermitra

Tim Divpam bersama Tim Produksi Laut Bangka melakukan giat patroli di perairan Laut Tanjung Gunung dan Laut Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/10/2021). (ist)

Editor: Bangdoi

BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Wilayah Kabupaten Bangka Tengah juga tak luput dari patroli Tim Divisi Pengamanan (Divpam) PT Timah Tbk.

Bacaan Lainnya

Ternyata tidak jauh berbeda dengan kondisi di wilayah Kabupaten Bangka, wilayah di sebelah selatan Pulau Bangka ini juga seringkali terjadi penambangan illegal di Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP) PT Timah Tbk.

Penambangan illegal ini, tidak saja dilakukan oleh oknum masyarakat sekitar WIUP, tetapi ada juga beberapa oknum masyarakat yang berasal dari daerah lainnya.

Seperti yang dilakukan Tim Divpam pada Senin (11/10/2021), Tim Divpam bersama Tim Produksi Laut Bangka melakukan giat patroli di perairan Laut Tanjung Gunung dan Laut Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tim Divpam ingin melihat sejauhmana kondisi di WIUP PT Timah area Laut Tanjung Gunung dan Batu Belubang IUP1556.

Hasilnya ternyata cukup mecengangkan. Pada giat patroli kali ini Divpam PT Timah menemukan ponton-ponton illegal berupa 7 unit Tambang Inkonvensional (TI) Tower, 8 unit TI Tower Mini dan 2 unit TI Selam yang sedang beropeasi di Laut Tanjung Gunung. Sementara sejumlah TI lainnya ditemukan sedang tidak beroperasi.

Selesai menertibkan TI di Laut Tanjut Gunung, Tim Divpam PT Timah juga berhasil menemukan 5 unit TI Tower di Laut Batu Belubang. Sebanyak 3 unit TI sedang beroperasi, sedangkan 2 unit tidak beraktivitas.

Menyikapi temuan ini, seperti biasanya Tim Divpam PT Timah terlebih dahulu melakukan penyetopan, kemudian membuat surat pernyataan tidak akan menambang ilegal di IUP PT Timah dimanapun serta foto badan para pemilik dan pekerja tambang TI Ilegal tersebut.

“Kita juga menghimbau kepada para pemilik dan pekerja TI untuk tidak mengulangi lagi perbutannya. Jika mereka ingin tetap bekerja di IUP PT Timah, maka mereka harus terlebih dahulu menjadi mitra dan mengikuti ketentuan dari PT Timah,” ujar GM PT Timah Robertus Bambang Susilo.

Dihari yang sama, Tim Divpam PT Timah yang lainnya melakukan giat patroli di Wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Tim Divpam PT Timah bersama jajaran produksi Mentok melaksanakan pendataan dan patroli penertiban tambang ilegal di Air Biat Kecamatn Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tepatnya di IUP 1491.

Di lokasi ini Tim Divpam PT Timah menemukan 1 unit TI menggunakan mesin merek Dongfeng dan memperkejakan tiga orang.

“Saat didata, para pekerja dan pemilik TI ini bersedia bermitra dengan PT Timah. Mereka setuju untuk segera mengurus syarat-syarat yang diperlukan. Semoga saja, giat penertiban yang gencar kita lakukan ini, bisa bermanfaat untuk kita semua,” tukas Robertus. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *