Aciu Ngaku Dizholimi, Enam Petak Toko di Belakang Pasar Kite Sungailiat Dikuasai Yudi Cs

Ini enam petak kios milik Sherly Candra, yang terletak di jalan Tenggiri RT 03 Lingkungan Yos Sudarso (belakang Pasar Kite) Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. (trasberita)

SUNGAILIAT, TRASBERITA.COM — Lebih dari enam tahun ini Sherly Candra memperjuangkan enam petak kios miliknya, yang terletak di jalan Tenggiri RT 03 Lingkungan Yos Sudarso (belakang Pasar Kite) Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Sejak enam petak kios yang dibangunnya tahun 2015 lalu tersebut, Aciu sapaan akrab Sherly Candra ini mengaku belum pernah menikmati hasil sewa dari enam kios tersebut.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kata Aciu, pungutan sewa dari enam kios tersebut dikuasai oleh Yudi cs.

Sementara dirinya sebagai pemilik kios tidak menerima hasil sewa dari ke enam kios yang dipungut oleh Yudi Cs.

“Sudah lebih lima tahun ini, sewa kios diambil oleh saudara Yudi cs,” ujar Aciu kepada media ini, Kamis (31/3/2022).

Aciu mengaku sudah menempuh jalur musyawarah untuk mengambil enam kios tersebut, tetapi selalu menemui jalan buntu, karena pihak Yudi bersikeras mengusasi ke enam petak kios tersebut.

“Saya juga sudah menempuh jalur hukum tahun 2020 lalu, tetapi dimentahkan oleh pihak Polres Bangka, dengan alasan tidak cukup bukti. Saat itu saya melaporkan saudara Yudi ini dalam kasus perusakan dan penggelapan uang sewa kios,” ungkap Aciu.

Meski selalu gagal untuk merebut keenam kios tersebut, Aciu tetap terus berusaha melalui beberapa jalur, baik pendekatan secara personal maupun jalur hukum.

Tujuannya, agar kios yang dibangunnya pada tahun 2015 tersebut bisa dimilikinya.

“Sekarang saya juga meminta bantuan kuasa hukum Pak Zaidan, melaporkan kembali penggelapan uang terhadap kios tersebut ke Polres Bangka. Sejak saya laporkan bulan Januari 2022 lalu, hingga kini belum jelas tindaklanjutnya dari pihak Polres Bangka,” tukas Aciu.

Aciu menceritakan hubungan dirinya dengan Yudi cs terkait enam petak kios tersebut.

“Tahun 2016 lalu, Kami memang ada memberikan izin kepada mereka untuk mencarikan penyewa toko dengan harga Rp 15 juta pertahun. Tapi mereka katakan ada yang mau sewa dengan harga Rp 12 juta pertahun, yang dibawar Rp 1 juta perbulan. Kami setuju dengan biaya tersebut, dan dari sewa tersebut kita akan berbagi,” jelas Aciu.

Namun sayangnya, kata Aciu, oleh pihak Yudi cs, biaya sewa yang mereka pungut tersebut hingga sekarang tidak ada yang mereka setor kepada Dirinya.

Diakui Aciu, berdasarkan bukti kuitansi yang diberikan pedagang yang menempati kios tersebut, bahwa mereka mengaku membayar sewa Rp 900 ribu perbulan.

“Inilah yang saya persoalan. Selama enam tahun ini mereka memungut sewa, tetapi tidak disetor kepada kami. Saat kami mau mengambil kembali toko tersebut, mereka tidak bersedia dengan alasan macam-macam,” tukas Aciu.

Persoalan kios ini, kata Aciu, sudah pernah dilakukan penggembokkan pintu kios, namun tetap saja dibongkar oleh Yudi Cs.

Aciu juga sudah memperingatkan para penyewa untuk pindah atau keluar dari kios, namun para penyewa tidak bersedia, dengan alasan sudah membayar sewa dengan Yudi cs.

“Persoalan ini sudah saya laporkan ke Polres Bangka. Tetapi sampai saat ini belum jelas tanggapan dari Polres Bangka,” tandas Aciu.

Aciu berharap persoalan ini bisa selesai. Pasalnya sudah enam tahun ini Ia berusaha dengan cara jalan damai untuk mengambil enam petak kios tersebut, namun belum berhasil.

“Saya juga pernah mengurusi surat enam petak kios ini kepada Kelurahan Sungailiat, tetapi Pak Lurah Sungailiat tidak bersedia mengeluarkan surat. Entah bagaimana lagi saya harus berjuang mendapatkan hak milik saya ini,” ujar Aciu.

Media ini masih berusaha mengkonfirmasi persoalan ini kepada Yudi, Lurah Sungailiat Farid Anshori dan Polres Bangka. (tras)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *