Ada Apa dengan PT Timah dan Hercules..? Anggota DPRD Basel Ini Sampai Curhat ke Presiden Joko Widodo

Hercules (Rosario de Marshall) dan Presiden Jokowi. (Tras/istimewa)

Editor: Bangdoi Ahada

BANGKASELATAN, TRASBERITA.COM — Ada apa dengan PT Timah Tbk? Sampai Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan ini curhat kepada Presiden RI Joko Widodo.

Bacaan Lainnya

Adapun Anggota DPRD Bangka Selatan ini, melalui akun facebook (FB) Dian Sersanawati, menuliskan curhatan terbuka kepada Presiden RI.

Dalam curhatan tersebut, Dian menuliskan bahwa sebagai wakil rakyat di Bangka Selatan, sudah tidak tahan lagi melihat kondisi alam Negeri Junjung Besaoh tersebut rusak oleh aktivitas tambang timah maupun aktivitas illegal lainnya.

Sebagai wakil rakyat, Dian juga mengaku tidak mampu berbuat banyak, melihat karut marut aktvitas tambang di Laut Toboali, yang mencakup Laut Suka Damai, Laut Merbau, Tanjung Ketapang, Batu Perahu dan berbagai wilayah di Kabupaten Bangka Selatan.

“Ada apa dengan PT Timah, ada apa, Pak? Tolong, Pak! Bantu kami. Selamatkan hutan dan laut kami. Kasihan nelayan kami yang semakin sulut mencari nafkah,” demikian sepenggalan tulisan di akun Dian Sersanawti.

Curhatan akun Dian ini, menyikapi pro kontra rencana masuknya mitra PT Timah Tbk, yakn CV Timor Ramelau milik Hercules.

Perusahaan Hercules ini sudah mendapat Surat Perintah Kerja (SPK) untuk berooperai di Perairan Laut  Batu Perahu, Tanjung Ketapang dan Merbau Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Rencana inilah yang mendapat penolakan dari masyarakat Kabupaten Bangka Selatan, terutama para nelayan, dan pecinta lingkungan.

Informasi yang dihimpun media ini, perusahaan tambang milik nama lengkap Rosario de Marshall tersebut sudah mengantongi izin pengoperasian Ponton Isap Produksi (PIP), yang akan beroperasi sebanyak 20 PIP.

Sejak rencana beroperasinya CV Timor Ramelau ini, penolakan terhadap aktivitas  penambangan tersebut tak henti – hentinya diteriakkan masyarakat Bangka Selatan, baik itu secara langsung maupun di media massa serta media sosial, yang dianggap cukup berperan penting dalam menyampaikan aspirasi publik.

Salah satu penolakan yang sempat viral Senin (31/5/2022) ini adalah penolakan yang ditulis lewat akun facebook Dian Sersanawati, dengan menulis surat terbuka untuk  Bapak Jokowi Presiden Republik Indonesia.

Surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden Jokowi itu diunggah diakun FB Dian Sersanawati pada 30/5/2022 .

Baru dua jam saja tulisan itu di publish, sudah direspon 217 dan dikomentari sebanyak 178 komentar, serta 33 kali dibagikan.

Berikut isi surat terbuka atau curhatan akun FB Dian Sersanawati:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Sebenarnya adanya ketegasan dr pemerintah daerah maupun dr pihak kepolisian dan TNI…tp selama itu pihak2 terkait hnya memikirkan kepentingan pribadi maupun golongan sampai kapanpun seperti ini la..provinsi babel menjadi provinsi babak belum…ditambah oknum2 yg terkait bermain….tdk hanya d Bangka Selatan tp d pangkalpinang, Bangka Tengah Bangka Barat dan Bangka induk sama kasusnya. Kl memang mau d tertipkan…tertipkan semua dr cukong2 besar smp dng yg tingkat yg bawah biar tdk ada timbangpilih .