Akhir Pengabdian di Jebus: Jejak Keteladanan Kompol Fatah Meilana dan Pesan yang Tinggal di Hati Warga

Laporan: Radak Babel

BANGKABARAT, TRASBERITA.COM.
Tak semua perpisahan meninggalkan jarak.

Bacaan Lainnya

Sebagian justru menyisakan jejak keteladanan, kenangan pengabdian, dan pesan-pesan kemanusiaan yang terus hidup di tengah masyarakat.

Itulah yang kini dirasakan warga Jebus dan Parittiga, saat Kompol Fatah Meilana, S.I.K., M.H resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolsek Jebus.

Selama tujuh bulan lebih, sejak 13 Mei hingga 20 Desember 2025, Kompol Fatah bukan sekadar hadir sebagai penegak hukum.

Ia hadir sebagai sosok yang mau mendengar, merangkul, dan bekerja bersama masyarakat.

Di balik seragam kepolisian, ada hati yang berupaya memahami denyut sosial warga pesisir Bangka Barat.

Karier panjang Kompol Fatah telah membawanya berkeliling Nusantara—dari Papua hingga Jawa Timur, dari Polres Jayapura, Keerom, Madiun Kota, hingga Ditsiber Polda Jatim.

Namun Jebus menjadi salah satu ruang pengabdian yang istimewa. Di sinilah pendekatan humanis benar-benar ia terapkan, seiring upayanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kini, amanah baru menantinya sebagai Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung.

Sebuah mandat yang datang bukan tanpa alasan, melainkan buah dari dedikasi dan rekam jejak kepemimpinan yang konsisten.

Dalam pesan perpisahannya, Kompol Fatah menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penindakan hukum semata.

Pos terkait