Oleh : Abok Amang
SIMPANGRIMBA, TRASBERITA.COM — Kekayaan alam Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dipandang sebelah mata.
Wilayah yang berada di ujung sebelah barat Pulau Bangka ini juga pantas mendapat perhatian lebih dari pemerintah maupun masyarakat secara luas.
Untuk mengekspresikan kekayaan alam yang melimpah tersebut, tenaga pendidik SMP Negeri 1 Simpang Rimba bersama sekitar 300 menggelar aksi nyata dari program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
Kegiatan ini juga ternyata didukung penuh oleh para orangtua wali siswa.
Mengangkat kearifan lokal dengan hasil durian yang berada di wilayah Kecamatan Simpang Rimba, pesta durianpun digelar dengan mengusung tema “Ekspresi Budaya Kearifan Lokal dengan Memperkenalkan Durian Kecamatan Simpang Rimba Sebagai Produk Lokal yang Bernilai Jual Tinggi”.
Selain memiliki nilai jual yang tinggi dengan citarasa yang memikat selera, Durian dari Kampong Gudang, Permis, Sebagin, Rajik dan beberapa desa di Kecamatan Simpang Rimba selalu diburu oleh penikmat durian, dari Pulau Bangka hingga Sumatera.
Kepala SMP Negeri 1 Simpang Rimba Syamsiar, SAg menyampaikan program sekolah Kurikulum Merdeka di hadapan kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Camat, Kapolsek, kepala KUA, para kepa Sekolah, orang tua wali siswa, tokoh masyarakat dan para undangan lain.
“Kegiatan aksi nyata dari program P5 Kurikulum Merdeka ini merupakan pertama kali kami lakukan dan Alhamdulillah ini terlaksana berkat dukungan seluruh guru, siswa dan orangtua siswa. Dan kami yakin ini satu-satunya sekolah yang melaksanakan aksi nyata dengan mengangkat durian sebagai kearifan lokal yang ada,” jelasnya.
Syamsiar berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempromosikan dan membangkitkan kearifan lokal serta perekonomian masyarakat.
Ketua Pelaksana Kegiatan Jamjam Syafaat mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempromosikan dan meningkatkan nilai jual durian dari wilayah Kecamatan Simpang Rimba, serta memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini juga adalah melakukan tindakan orisinal dalam memperkenalkan durian simpang rimba”, imbuhnya.
Dato’ Kulul Sari, Tokoh Adat dan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Junjung Besaoh hadir sebagai narasumber dengan memberikan sekilas penjelasan tentang sejarah durian dari Kampung Gudang, Rajik, Sebagin, Permis, Rimba dan Jelutung II dan jenis-jenis durian yang ada di wilayah Kecamatan Simpang Rimba yang memiliki rasa yang khas.
Para siswa kelas 7 yang terlibat dalam program P5 turut berperan aktif sebagai pemandu dan mitra narasumber dalam menjelaskan seputar durian di kecamatan Simpang Rimba.
Tampak seluruh hadirin sangat antusias dengan kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di tahun berikutnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap kearifan lokal.
Aksi nyata P5 ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi juga melibatkan kegiatan real yang memperkaya pemahaman siswa tentang budaya dan kearifan lokal. (tras)













