Aksi Pencurian Marak di Mendo Barat, Atap Pondok Pun Diembat

Caption Foto: Atap pondok (seng) kebun milik Riduan warga Cengkong Abang yang terletak di perbatasan Desa Petaling dan Kemuja digondol maling (atas). Yuli warga Desa Petaling Banjar menunjukkan bekas tandan buah pisang miliknya yang dicuri OTD (bawah).

 

Bacaan Lainnya

Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

MENDO BARAT, TRASBERITA.COM — Aksi pencurian di wilayah Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka sedang marak terjadi dan membuat warga masyarakat merasa tak aman dan resah.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga masyarakat Desa Kace Kecamatan Mendo Barat sejak sebulan terakhir resah.

Pasalnya, aksi pencurian terhadap hasil kebun dan peralatan pertanian di desa setempat marak terjadi.

Agung tokoh masyarakat Desa Kace mengungkapkan, modus kawanan pencuri ini dengan mendatangi pondok kebun yang ditinggalkan warga yang pulang kampung di malam hari.

Pelaku kemudian mencongkel pintu rumah atau dinding rumah yang terbuat dari papan. Setelah jebol, bandit-bandit tersebut lalu menguras peralatan pertanian, pupuk, racun rumput dan racun hama serta barang berharga lainnya.

Selain itu spesialis ‘maling kebun’ ini juga menggasak hasil kebun yang ditanam warga. Bahkan ternak warga seperti ayam dan bebek juga ikut digondol.

Salah seorang korban, H. Sukidi mengaku ia sudah kehilangan 5 unit mesin pompa air di kebunnya di wilayah Rakat Dusun IV Desa Kace.

“Sejak beberapa bulan terakhir saya sudah kemalingan lima unit mesin pompa air,” akunya.

Tak saja di Desa Kace, aksi serupa juga terjadi di Desa Petaling, Petaling Banjar, Payabenua, Penagan hingga Kota Kapur.

Bahkan kejadian nekat dan tragis terjadi di wilayah Desa Petaling beberapa hari lalu. Tak saja menggondol barang-barang dalam pondok, kawanan bandit juga mencopot dan membawa kabur atap pondok yang terbuat dari seng.

Kejadian itu menimpa korban bernama Riduan warga Desa Cengkong Abang yang berkebun di perbatasan Desa Petaling dan Kemuja.

“Ini sudah sangat keterlaluan. Atap rumah juga diembat. Parah benar ini,” ujar Kulop, warga Desa Kemuja kepasa Trasberita.com, Kamis (23/5/2024) di lokasi kebun kawasan Aek Miang.

Aksi pencurian terhadap atap pondok milik Riduan diduga terjadi di malam hari.

“Malam kejadian kami sedang tidak di kebun. Begitu paginya, seng pondok itu sudah tidak ada lagi,” ujar Dida, tetangga kebun korban.

Sementara Yuli warga Desa Petaling Banjar melaporkan kehilangan beberapa tandan pisang dan hasil kebun lainnya.

“Sudah ada sekitar lima tandan pisang yang ditebang oleh OTD. Sebelumnya, ayam peliharaan kami juga dicuri. Sekarang sudah tak aman lagi,” keluh Yuli.

Aksi pencurian dalam wilayah Desa Petaling Banjar beberapa hari terakhir tak saja menyasar hasil kebun dan ternak.

Informasi yang diterima Trasberita.com menyebutkan, Rabu (22/5/2024) siang, OTD juga menguras kotak amal di dua mushola (langgar) di Petaling Banjar.

“Jam berapa kejadiannya kita kurang tahu. Tapi kejadiannya siang hari. Kebetulan hari itu saya sedang bersama keluarga ke pantai,” ungkap Junai, pengurus Langgar Al Huda.

Junai juga menyebut, kejadian serupa juga terjadi di Langgar

Musabba’aatul ‘Asyri Ulaa.

“Kabarnya kotak amal di Langgar Musabba’aatul ‘Asyri Ulaa juga dicuri,” imbuhnya.

Masih dalam wilayah Desa Petaling Banjar, warga juga mengeluh lantaran mesin pompa air juga sering kehilangan.

Baru-baru ini, maling menggondol mesin pompa air SMPN 1 Mendo Barat dan mesin pompa air milik IAIN SAS Bangka Belitung.

“Kejadiannya sudah kami laporkan ke pihak Polsek Mendo Barat. Infonya juga mesin pompa air di IAIN juga hilang,” ujar Kepala Sekolah SMPN 1 Mendo Barat, Sofiayana, beberapa hari lalu.

Di Desa Penagan dan Kota Kapur, maling juga beraksi di kebun warga.

“Di kebun kami kehilangan 9 buah drum. Sementara warga lainnya kehilangan tabung gas, buah sawit dan hasil kebun lainnya.

Kejadian serupa juga terjadi di desa tetangga (Kota Kapur),” ungkap Kades Penagan, Ruslan, Jumat (24/5/2024).

Menurut Ruslan beberapa waktu lalu, ada beberapa pelaku pencurian berhasil ditangkap dan sudah diproses oleh aparat keamanan.

“Pelaku yang tertangkap masih di bawah umur. Sudah kita lapor ke Polres Bangka dan sudah diproses supaya ada efek jera,” jelas Ruslan.

Sedangkan di Payabenua, pelaku pencurian terhadap hasil kebun juga dilakukan oleh anak di bawah umur.

“Sudah ada yang berhasil ditangkap. Tapi karena masih di bawah umur tidak diproses ke ranah hukum. Cukup diselesaikan di desa saja,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, dirinya juga kehilangan mesin potong rumput, perabotan dan hasil kebun lainnya.

Terpisah Kapolsek Mendo Barat melalui Kanit Reskrim, Aipda Lux Andrian, dikonfirmasi, Kamis (23/5/2024) mengatakan jika pihaknya belum ada menerima laporan terkait peristiwa pencurian sejumlah uang dalam kotak amal di dua mushola (langgar) di Desa Petaling Banjar.

“Belum ada yang melapor ke polsek,” katanya via pesan WA.

Ketika Trasberita.com meminta nomor handphone Kapolsek untuk kepentingan konfirmasi lebih lanjut terkait aksi pencurian yang marak terjadi dalam wilayah Kecamatan Mendo Barat, Lux mengatakan, nanti ia akan mengkonfirmasikan terlebih dahulu ke Kapolsek.

“Untuk nomor kapolsek, saya konfirmasi dengan beliau terlebih dahulu, ya,” ujarnya. (Tras)

Pos terkait