Aliansi Umat Islam Lakukan Audiensi Dengan DPRD Babel Sikapi Pendirian Perguruan Tinggi Khonghucu

Penulis: Sasmita Dwipa

PANGKALPINANG. TRASBERITA.COM—Aliansi Umat Islam Provinsi Bangka Belitung mengunjungi DPRD Bangka Belitung dengan tujuan melakukan silaturahmi dan audiensi guna menyikapi rencana pendirian tinggi Khonghucu di Bangka Belitung yang sebelumnya pada tahun 2019 MUI dan ormas Islam.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Badan Musyawarah DPRD Babel, Senin (30/5/2022) dengan sidang yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi 1 Bidang Keagamaan dan Pendidikan DPRD Babel, Ustadz Dede Purnama.

Ustadz Firman Saladin dalam audiensi ini mengatakan, dalam audiensi ini pihaknya ingin mengetahui perihal pemerintah pusat untuk mendirikan perguruan tinggi Khonghucu di Bangka Belitung agar para habaib bisa menemuh jalan yang pas dengan mengkonfirmasi atas hal tersebut.

Menurutnya, kalau berbuka informasi maka aliansi yang dipiminnya ini dapat memiliki sikap untuk menentukan kebijakan sehingga permasalahan ini bisa dibicarakan di tempat ini.

“Isu kebijakan pemerintah pusat mengenai rencana pendirian perguruan tinggi khonghucu tidak ada kaitannya dengan isu rasialisme ataupun etnis sebab tidak ada masalah kultural apapun di daerah ini apalagi rasa sentimen sehingga kami menyikapinya secara kultural karena telah bertumbuh dan berkembang semenjak kecil dengan juga sudah menjadi mindset dasar kita,” ungkap Ustadz Firman.

Ia mengatakan, sekolah theologi itu yang dinisiasi oleh pusat/ kabupaten secara check dan balancing tentunya perlu bagi pihaknya untuk menentukan kebijakan dengan punya persepsi berbeda karena semuanya harus dilihat dari bingkai etalase di Bangka Belitung sebagai bentuk kerukunan beragama yang menampilkan ikatan kultural dan keagamaan sekaligus dalam rangka menjaga etalase kultural yang sudah terbentuk sehingga bisa mencegah konflik sejak dini.

“Kami sekelompok kaum muslim yang resah dan gelisah berkenaan dengan rencana pendirian perguruan tinggi tersebut di Kabupaten Bangka Tengah Desa Batu Belubang sehingga ada beberapa hal yang perlu direspon atas program lama 2019 yang pernah ditolak MUI Babel terhadap wacana pendirian sekolah tinggi itu ada di komunitas muslim karena bangka belitung memiliki wilayah strategis dengan mayoritas penduduknya muslim meski umat islam tetap menghargai keberagaman di daerah ini dan berharap jangan sampai pendirian sekolah tinggi ini menjadi sumber konflik baru antar umat beragama,” katanya.

Karenanya, kata Ustadz Firman, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada teman- teman di DRD Babel yang menjalankan fungsi kontrolnya untuk mencegah konflik antar umat beragama dan bukan karena tidak toleransi namun untuk menjaga kebersamaan.

“Dan, kami dalam hal ini ingin mengajak seluruh pihak untuk menjaga kerukunan antar umat beragama demi kebaikan agar terjamin yang namanya kerukunan di daerah ini,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi  I Bidang Keagamaan dan Pendidikan DPRD Babel, Ustadz Dede Purnama dalam kesimpulannya setelah audiensi tersebut mengatakan, kedatangan aliansi adalah semangatnya untuk kedamaian dan kerukunan dan bukan untuk menolak karena kepentingan, kebencian, dan hawa nafsu tapi kajian mereka datang untuk mempertegas kerukunan yang ada di daerah ini guna memertegas kembali sikap dukungan terhadap kebijakan MUI Babel yang sudah disepakati ditandantanggi pada 28 Februari 2019 oleh delapan ormas islam babel.

“Kehadirian mereka bukan memberi masukan baru tapi mempertegas kembali penolakan dari MUI dan Saya pahami tidak mungkin mereka membantah hal itu sebelum ada kajian dan sebelum mereka mengeluarkan fatwa meski tidak mengikat secara hukum tapi bahkan bisa kuat menjadi pertimbangan dalam menetapkan hukum sehingga kelanjutan hal ini akan ada rapat dengar pendapat di bamus DPRD Babel guna mengusulkan untuk adanya rapat dengan Kemenag Babel, MUI, dan FKUB karena surat rekomendasi dari FKUB adalah bagian dari syarat pendirian perguruan tinggi itu,” jelasnya.

Dan selanjutnya, kata Ustadz Dede, pihaknya pun akan meminta rekomendasi dari rapat bamus agar ada pengutusandari komisi terkait untuk berkunjung kemenag pusat, kenapa provinsi babel dijadikan tempat untuk dijadikan pendirian perguruan tinggi khonghucu di babel.

“Hal ini merupakan bentuk kecintaan, keharmonisan di daerah kita bahwa Bangka Belitung adalah daerah yang tak suka berbau konflik, tapi suka berdamai dan ini merupakan bentuk kecintaan sehingga usulan dan adanya pergerakan ini karena mengharapkan keharmonisan di provinsi bangka belitung yang kita cintai ini,” ujar Ustadz Dede. (Tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *