Antisipasi Kenaikan Inflasi, Bank Indonesia Gelontorkan 7,5 Ton Beras

Laporan: bim

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (KPw BI Babel) menggelontorkan 7,5 ton beras dan komoditas pokok lainnya dalam Operasi Pasar (OP) berupa kegiatan Pasar Murah di Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Babel dan Bulog ini untuk mengantisipasi laju inflasi menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Tak hanya itu saja, pada kesempatan ini, BI Babel juga memperkenalkan penggunaan pembayaran digital dengan QRIS kepada masyarakat Kota Pangkalpinang yang berlokasi di Terminal Selindung pada 13 Maret 2023.

Sedangkan Operasi Pasar yang digelar Bank Indonesia di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan pada 14 Maret 2023 lalu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Faturachman mengatakan Operasi Pasar Murah ini merupakan rangkaian kegiatan Pekan Babel Tanggap Inflasi 2023 terutama dalam menghadapi bulan puasa dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri tahun 2023 yang berlangsung sejak 11 Maret 2023 hingga 17 Maret 2023.

“Kegiatan lain pada Pekan Babel Tanggap Inflasi 2023 ini antara lain meliputi panen sayur mayur dan hortikultura di Pondok Pesantren Daarul Iman Kabupaten Bangka, launching Kelurahan Tanggap Inflasi di Kelurahan Sinar Bulan dan Bukit Besar Pangkalpinang. Operasi Pasar Murah lainnya berupa peresmian klaster pertanian dan panen komoditas cabai merah di Gantung Belitung Timur, pelatihan Penyelia Halal di Kabupaten Belitung, kunjungan UMKM ramah lingkungan, penguatan kerjasama antar daerah business to business antara Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) TPID Babel, serta sinergi kegiatan dengan QRIS,” katanya.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, menurut Faturachman, inflasi Kota Pangkalpinang mencapai 4,92% (yoy) per Februari 2023, sedangkan inflasi Tanjungpandan sebesar 7,34% (yoy).

Ia menjelaskan bahwa Inflasi Tanjungpandan dalam beberapa bulan ini menunjukkan peningkatan seiring dengan kenaikan harga beras dan tarif angkutan udara.

“Komoditas bahan pangan pokok yang dijual dalam OP di 2 kota tersebut antara lain beras sebanyak 7,5 ton, minyak goreng sebanyak 1.060 Liter, 3.250 butir telur ayam ras, gula pasir 800 kilogram, tepung terigu 600 kg, aneka cabai 110 kg), aneka bawang 253 kg dan aneka sayuran 220 kg. Barang-barang ini dengan selisih harga jual dibawah harga pasar,” terang Fatur.

Bahkan bagi masyarakat yang membeli dengan menggunakan kanal QRIS memperoleh tambahan insentif dari BI Babel berupa gula pasir gratis dengan cara scan QRIS Rp1,- pada kode QR yang disediakan oleh Bank Indonesia.

“Sinergitas kegiatan OP akan terus diperkuat baik di Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan, maupun di kabupaten lain,” tutup Fatur. (*/TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *