Bakri Djais, Wartawan Pertama Bangka Selatan

Bakri Djais, Wartawan Pertama Bangka Selatan. (ist)

Penulis: rusmin sofyan
BANGKASELATAN, TRASBERITA.COM — Pada era 1970 hingga 80-an, nama Bakri Djais amat populer dikalangan pembaca majalah Stania PT Timah dan publik Negeri Junjung Besaoh pada umumnya.

Maklumlah pria kelahiran Kota Toboali pada 6 Desember 1936 ini dikenal sebagai reporter majalah milik perusahaan plat merah tersebut.

Setiap majalah internal perusahaan itu terbit, selalu muncul laporan dari Bakri Djais tentang denyut nadi kehidupan pembangunan di Toboali dan sekitarnya.

Sebagai anak karyawan PT Timah era itu, dan sering kali membaca majalah Stania setiap bulan, penulis selalu merindukan reportase dari Mang Bakri Djais, yang amat lugas dan bernas. Reportasenya sangat mencerdaskan.

Selain mengemban amanah sebagai reporter majalah Stania PT Timah, ayah enam orang anak ini dikenal sebagai penulis sastra yang mumpuni.

Karya sastranya berupa cerpen dan puisi amat terkenal di era itu. Dan selalu menghiasi rubrik sastra majalah Stania.

Cerpen Mutiara Ilusi karya Bakri Djais sungguh bagus. Demikian pula dengan goresan coretan puisinya, sangat menyentuh kalbu bagi pembacanya.

Penulis sungguh beruntung bisa membaca reportase Tokoh Pers Toboali pertama ini.

Bakri Djais wafat pada tahun 1993. Karyanya tetap abadi dan dikenang pembacanya.

Kini genetetika kepenulisan dari almarhum Bakri Djais diwarisi oleh cucunya Dwiki Dhaswara yang telah melahirkan sebuah buku yang berjudul “Jejak Dari Pesisir Selatan dan Bukit Durian”, terbitan Guepedia Publishing tahun 2022.

Al Fatihah untuk Mang Bakri Djais.

Karya mu tetap abadi dalam jiwa kami, para pembaca karyamu. (*/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *