Bangka Selatan Memang Keren, Usulkan 5 Warisan Budaya, Tige Lolos Jadi WBTb 2021

Kue Bolu Kuci ini masuk salah satu nominasi ditetapkan sebagai Warisan Budata Takbenda (WBTb) dari Bangka Selatan. (ist)

Penulis : Kulul Sari

SIMPANGRIMBA, TRASBERITA.COM — Bahagiah dan syukur menyatu dalam asa Sumardoni, Dwikki Ogi Dhaswara dan kawan- kawan, saat pengumuman penetapan Warisan Budaya Takbenda diumumkan secara daring, Sabtu (30/10/2021).

Bacaan Lainnya

Betapa tidak, tiga Warisan Budaya Takbenda yang mereka usulkan dari Bangka Selatan, berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Tahun 2021, bersama puluhan WBTb lainnya se Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 40 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) telah diajukan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Babel.

Dari keseluruhan itu, ada 5 WBTb yang diajukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan.

Dan dari 5 WBTb yang diajukan tersebut, tiga diantaranya memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai WBTb tahun 2021.

Ketiga WBTb yang dimaksud yaitu Kawin Massal/Kawin Heredek (tanpa catatan), Tari Tigel (tanpa catatan), dan Bolu Kuci( Perbaikan).

Pembacaan hasil sidang penetapan warisan budaya takbenda oleh Tim Ahli WBTb dan Direktorat Pelindungan Kebudayaan sudah dibacakan, Jumat (20/10/2021) malam.

Dalam pembacaan hasil sidang tersebut, tiga karya Budaya Bangka Selatan yakni Kawin Heredek, Tari Tigel dan Bolu Kuci/Engkak Basel disahkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Tahun 2021.

“Alhamdulillah, hasil kerja keras kita bidang pembinaan kebudayaan berbuah manis. Semua rekan-rekan sangat berjasa membantu proses sampai ke titik ini. Ini merupakan langkah awal, dikarenakan pencatatan, penetapan, dan pemuktahiran data merupakan bagian dari pelindungan karya budaya,“ ujar Dwikki Ogi Dhaswara, selaku Pamong Budaya Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (31/10/2021) .

Dengan keberhasilan ini, kata Dwikki, pihaknya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk melanjutkan ke tahap pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan sesuai amanat undang-undang no 5 tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Tiga WBTb kita ini merupakan kekayaan, identitas serta investasi daerah kita untuk membangun daerah agar terus maju kedepan,” tukasnya.

Hal senada juga didampaikan Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Bangka Selatan, Emi Yunita SPd.

“Kami bersyukur atas ditetapkannya 3 WBTb Basel. Itu juga berkat kerjasama tim, baik dari dinas maupun pemangku budaya yang solid di Basel. Ke depan kami tetap berharap lebih banyak lagi WBTb Basel yang dapat ditetapkan oleh kementerian dengan dukungan tim yang solid. Kami percaya tidak ada yang tidak mungkin. Kami juga berharap dukungan Bupati maupun Wakil bupati untuk kemajuan warisan budaya Basel,” ungkapnya.

Pengumuman sidang penetapan WBTb dipimpin Yophie Septiady & Basuki Teguh Yuwono, dengan Ketua TIm Ahli WBTb Basuki Teguh Yuwono dari Tim Ahli Kemendikbudristek RI.

Selanjutnya memutuskan dan menetapkan 14 WBTb dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mana tiga diantaranya berasal dari usulan Kabupaten Bangka Selatan.

“Alhamdulillah, perjuangan selama ini akhirnya membuahkan hasil. Tari Tigel telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda nasional. Ini merupakan kebanggaan kita bersama selaku warga Bangka Selatan,” ungkap Sumardoni, Pegiat Budaya Bekaes Budaya Bangka Belitung.

Sebagai pegiat budaya, Sumardoni sangat berharap kepada pihak pemda agar apa yang telah ditetapkan ini bisa dijadikan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

“Harapan saya selaku pegiat budaya bahwa nantinya karya budaya yang sudah ditetapkan ini bisa dijadikan sebuah media ataupun buku untuk bisa dikenal oleh siswa-siswi di sekolah. Terkait dengan karya budaya yang ada khususnya di Bangka Selatan dan mereka pun bisa mengenal karya-karya budaya. Dan tentunya bisa mengenang bahwa budaya kita sangatlah banyak untuk bisa diangkat dan dikembangkan”, harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Bangka Selatan, Emi Yunita SPd, yang menginginkan setiap ada kegiatan seni dan budaya di Bangka Selatan, ketiga WBTb yang telah berhasil ini diikutertakan.

“Misalnya setiap ada kegaiatan ataupun pameran Pemkab Bangka Selatan, ketiga WBTb kita ini bisa diikutsertakan, sebagai edukasi kepada masyarakat juga sebagai bentuk kebanggaan kita bersama,“ ujar Emi. (TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *