Bank Indonesia Gelar Talkshow Perencanaan Keuangan dan Investasi, Investasi Itu Jangan Cuma Karena FOMO

Laporan: bim
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Talkshow Perencanaan Keuangan dan Investasi di Ruang Tanjung Kelayang Lantai 4 Kantor BI Babel, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Buku Internasional (World Book Day) 2026 yang menghadirkan keynot speaker, yakni Founder & CEO Finansialku.com, Melvin Mumpuni dan diikuti oleh PKK, DWP Mahasiswa dan UMKM se- Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini, terpantau para peserta sangat antusias sekali mengajukan pertanyaan seputaran Keuangan dan Investasi.

Salah satu peserta sempat mengajukan pertanyaan terkait invetasi yang aman bagi IRT

“Invetasi apakah yang paling aman buat Ibu Rumah Tangga (IRT). Yang aman dan gak ada ruginya,” katanya.

Menjawab hal itu, Melvin Mumpuni menjelaskan bahwa investasi yang aman harus dilindungi oleh undang-undang.

“Kalau ibu nabung atau invest sesuatu yang aman, gak pengen rugi sama sekali itu salah satunya otoritas Pemerintah Indonesia. Itu tidak akan pernah rugi karena itu dijamin pokok dan bunganya dijamin oleh Pemerintah Indonesia melalui undang-undang,” ulasnya.

Ia juga dalam closing statementnya mengatakan Piramida Keuangan merupakan fondasi dalam hal perencanaan keuangan yang matang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

“Dalam hal keuangan, banyak hal yang kita gak aman atau khawatir. Tapi yang paling penting, teman-teman sudah punya fondasi yang namanya Piramida Keuangan,” papar Melvin.

Tak hanya itu saja, menurut Melvin, investasi haru mempunyai perencanaan keuangan yang matang.

“Kedua bicara tentang investasi, investasi itu jangan cuma karena FOMO bukan karena cepat kaya. Tapi, perlu punya perencanaan keuangan atau perencanaan investasinya,” imbuhnya.

Dengan begitu dia menambahkan, ada lima hal dalam investasi maupun keuangan.

“Kalau belum punya uang untuk investasi, jawabannya investasi diri sendiri dengan cara pengetahuan (knowledge), kemampuan/keterampilan (skill), jaringan atau kenalan (network), pengalaman/jam terbang (experience) dan investasi financial (trading),” pungkas Melcin.

Sekedar diketahui, FOMO (Fear of Missing Out) artinya rasa cemas, takut, atau gelisah karena merasa tertinggal tren, informasi, atau momen berharga yang dialami orang lain.

Diakhir sesi ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rifki menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebelum menutup acara ini. (*/TRAS)

Pos terkait