Laporan: bim
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diakhiri dengan tausiyah oleh Ustadz Zacky Mirza.
Tausiyah Ustadz Zacky Mirza dalam acara BEKISAH dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini digelar di Masjid Agung Kubah Timah Kota Pangkalpinang, Minggu (26/4/2026) malam.
Pendakwah kondang Ustadz Zacky Mirza dalam tausiyahnya menekankan kepada umat Muslim mengenai kekeliruan dalam menetapkan prioritas ibadah.
Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang saat ini terjebak pada aktivitas ibadah tambahan (sunah), namun justru melalaikan kewajiban utama yang bersifat syar’i.
Ustadz Zacky mengkaji bahwasanya banyak orang saat ini terlalu sibuk membenahi diri, namun lupa memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
Menurutnya, saat ini terjadi pergeseran pemahaman mengenai hukum Islam. Banyak jamaah yang rela berkorban demi perkara sunah, namun abai terhadap perkara wajib.
”Kita ini banyak yang belum memahami mana yang wajib dan mana yang sunah. Banyak yang bela-belain mengerjakan yang sunah, tapi lupa dengan yang wajib,” ujar Ustadz Zacky.
Demikian juga Ustadz Zacky mencontohkan perilaku sosial yang sering terjadi di tengah masyarakat, yakni semangat bersedekah secara luas namun mengabaikan tanggung jawab di dalam rumah tangga.
”Berapa banyak orang yang rajin sedekah ke mana-mana, tapi dia melupakan nafkah untuk istri dan anak-anaknya? Padahal nafkah keluarga adalah kewajiban nomor satu,” tegasnya.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Zacky Mirza berpesan agar setiap Muslim mulai menata kembali niat dan urutan ibadahnya.
Oleh sebab itu, dia berharap agar semangat berbagi kepada sesama tidak membuat seseorang menjadi “pahlawan di luar” namun “asing di dalam rumah sendiri.”
”Kembalikan segala sesuatunya pada tuntunan syariat. Jangan sampai yang sunah dikejar, yang wajib tercecer,” tutupnya.
Ustadz Zacky Mirza juga memohon maaf kepada para jamaah bilamana dalam penyampaian tabligh akbar ini terdapat kesalahan dan ucapan yang kurang berkenan di hati jamaah.
“Jika ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf lahir dan batin. Semoga dengan hadirnya kita di tempat yang mulia ini Allah catat sebagai amal jariah,” ucapnya.
Sekedar diketahui, BEKISAH yang di tahun 2026 ini memasuki usia keenam ini tidak hanya menjadi wadah untuk kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi multipihak dengan tujuan yang sama, yaitu ekonomi Bangka Belitung yang semakin meningkat.
Hal ini juga merupakan perwujudan upaya nyata Bank Indonesia, khususnya KPwBI Babel dalam menggandeng seluruh lapisan masyarakat serta instansi dan mitranya untuk bersama-sama menggaungkan syiar ekonomi dan keuangan syariah Negeri Serumpun Sebalai ini, sehingga menjadi berkah yang merekah untuk negeri. (*/TRAS)






