Belum Ungkap ‘ Big Boss ‘ kasus Timah 6,9 Ton.4 Aliansi LSM Basel Kecewa Dengan Polda Babel

Penulis : Milando

TOBOALI, TRASBERITA– 4 Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bangka Selatan (Basel) mengaku kecewa dengan kelanjutan kasus penangkapan bijih timah 6,9 ton beberapa waktu lalu.Kekecewaan tersebut didasari belum berhasilnya Polda Babel mengungkap siapa Bos Besar dalam kasus ini.Selasa (24/01/2023).

Bacaan Lainnya

Ketua Forum Tambang Rakyat Bersatu (Matoridi) mengatakan, hari ini pihaknya menggelar konferensi pers terkait pengawalan kasus penangkapan 6,9 ton bijih timah yang dilakukan oleh PT Timah dan Ditpolairud Polda Babel.

“Terkait masalah tersebut, kami sudah berusaha semaksimal mungkin mulai dari melayangkan surat kepada Ditpolairud Polda Babel, Polda Babel, Pj Gubernur, dan PT Timah saat penangkapan bijih timah tersebut, ” katanya.

Kemudian, lanjutnya saat ditetapkannya tersangka yakni sopir dan dilanjutkan dengan ditetapkannya tersangka baru yakni kolektor kecil, pihaknya terus mengawal kasus tersebut sampai Jakarta agar ‘ The Big Boss ‘ juga diperiksa.

 ” Kami melayangkan surat ke Kompolnas, Presiden, dan Menkopolhukam agar boss besar diatas para kolektor tersebut juga diperiksa, ” katanya.

 Dirinya berharap, agar penyidik Ditpolairud Polda Babel untuk profesional dan menggali lebih dalam kasus ini.

 ” Selain itu, kami juga melayangkan surat berikut dengan bukti petunjuk baru berupa rekaman kepada Ditpolairud, Polda Babel, dan PJ Gubernur sembari berharap ada titik lebih terang lagi, ” katanya.

 Sementara itu Ketua Gempal, Yopi melihat adanya kejanggalan dalam penanganan kasus ini.

 ” Kita menduga bukan hanya tiga tersangka ini, tetapi ada pemilik diatasnya.Hal ini dikarenakan timah yang diamankan tersebut saat ditangkap sedang menuju ke lokasi tujuan sementara yang menjadi tujuan timah tersebut belum diproses, ” katanya.

 Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Babel di media yang menyebutkan kalau memang masyarakat menemukan bukti baru maka silahkan sampaikan dengan syarat siap diperiksa.

 ” Pada tanggal 13 januari kami telah melayangkan surat kembali berikut dengan bukti baru kepada Kejati Babel dan ditembuskan juga kepada Ditpolairud Polda Babel, ” katanya.

 Dirinya menegaskan, mengutip pernyataan Kabid Humas tersebut pihaknya mengaku siap untuk diperiksa terkait bukti baru yang disampaikan.

 ” Kita siap dan akan kooperatif jika dipanggil untuk dimintai keterangan.Tetapi sejak surat tersebut dilayangkan sampai saat ini belum ada kejelasan dan pemanggilan, ” katanya.

 Senada, Ketua FMPAL Muhammad Rosidi mengaku kecewa dengan PT Timah terkait kasus ini.

 ” PT Timah yang pertama getol dalam mengusut kasus ini tapi kenyataannya khususnya divisi PAM jadi melempem, ” katanya.

 Diakuinya, pihaknya sempat datang ke PT Timah namun kedatangan pihaknya direspon kurang baik oleh PT Timah.

 ” Kita sempat bertemu salah satu karyawan dengan maksud bertemu dengan pak Win Handoko tapi mereka seperti acuh tak acuh, ” katanya.

 Terakhir ia mengatakan, seharusnya sebagai perusahaan plat merah mereka yang didepan masyarakat yang menopang, bukan kebalikannya. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *