Bergo Ubi, Makanan Khas Tua Tunu Ini Hanya Ada Pada Bulan Puasa Saja

Bergo Ubi, makanan khas asal Tuatunu Kota Pangkalpinang ini, hanya hadir pada bulan ramadhan saja. (trasberita.com)

Penulis: Ma’ruf
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu saat bulan Ramadhan adalah hadirnya berbagai makanan khas, yang tidak keluar pada hari-hari biasa.

Selain khas, kuliner tersebut hanya ada dan ditemukan ketika bulan puasa saja.

Bacaan Lainnya

Kuliner khas Ramadhan tidak hanya jajanan kue pasar yang biasa dan mudah ditemukan, tetapi juga memiliki cita rasa unik dan bersifat musiman.

Makanya, selain bukan bulan puasa di bulan Ramadhan, kemungkinan akan sulit menjumpai kuliner khas tersebut.

Berbeda daerah, berbeda pula ciri khas kulinernya, sesuai dengan kultur dan kebiasaan masyarakat setempat.

Salah satunya adalah Bergo Ubi makanan khas bulan puasa Ramadhan yang berasal dari kelurahan Tua Tunu Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.

Pergo masyarakat setempat menyebutnya, makanan ini dilihat sekilas dari bentuknya ada kemiripan dengan pantiaw.

Sopiah seorang ibu paruh baya, menjadi satu- satunya penjual bergo ubi yang masih bisa ditemukan di kelurahan Tua Tunu.

Dari mulutnya, didapat sepenggal kisah tentang sejarah makanan khas tersebut.

Sejak dulu kala, masyarakat Tua Tunu ketika menjelang bulan puasa Ramadhan tiba, kebiasaan warga adalah membuat sendiri hidangan untuk berbuka puasa.

Namun kini, seiring kemajuan zaman dan bergantinya generasi serta menjamurnya aneka jajanan baru, bergo ubi hampir menjadi kenangan.

” Dulu…hampir mayoritas masyarakat Tua Tunu membuat pergo untuk makanan buka puasa” kenangnya.

Dijelaskannya, pembuatan bergo ubi sangatlah mudah dengan bahan baku yang tidak sulit ditemukan.

Mulai dari bahan utama ubi singkong dan kuahnya terbuat dari pencampuran santan dan ikan giling.

Kemudian ditambah dengan bumbu -bumbu.

Untuk melestarikan kuliner tersebut, Ibu dengan tujuh anak ini setiap sore berjualan bergo ubi didepan rumahnya.

” Setiap sore menjelang buka puasa, rata -rata 40 cup habis terjual” ungkap Sopiah.

Selain itu, Ia juga menjual menu khas lainnya, seperti serabi dan godo-godo udang.

” Alhamdulillah, semuanya saya bikin sendiri, berkah bulan Ramadhan semuanya habis terjual” pungka Sopiah. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *