Penulis: milando II Editor: bangdoi ahada
TOBOALI, TRASBERITA.COM — Para penambang menggasak Gunung Tagen di kawasan Desa Lubuk Lingkuk dak kaki Bukit Muntai.
Aktivitas penambang ini sudah lama berlangsung.
Namun tidak ada aparat penegak hukum yang berani menangkap dan menertibkan para penambang yang telah merusak hutan di kawasan Gunung Tagen dan Bukit Muntai.
Selain berani merusak kawasan Gunung Tagen dan Bukit Muntai, lokasi penambangan illegal ini berada di samping Pondok Pesantren.
Ketegasan Dirjen Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) perlu ditingkatkan lagi, sehingga para penambang tidak sembarangan dan berani menggasak hutan kawasan Gunung Tagen dan Bukit Muntai.
Jangan sampai, akibat tidak adanya ketegasan aparat penegak hukum, telah membuat para pelaku tambang di Toboali, Bangka Selatan (Basel) tidak takut.
Padahal, baru-baru ini Gakkum KLH telah berhasil menangkap pelaku penambangan ilegal di Manggar, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Selasa (11/4/2023).
Pantauan di lapangan bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut diperkirakan sudah lama beraktivitas dan tidak sedikitpun rasa takut para penambang kepada Gakkum KLHK.
Menurut warga sekitar, aktivitas tambang di kawasan Gunung Tagen dan Bukit Muntai sudah lama berlangsung.
“Oo iya Bang, benar ada aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di samping pondok pesantren dan Gunung Tagen Lingkup. Setahu saya disitu masuk kawasan Hutan Lindung,” kata warga ini, Kamis (14/4/2023).
Lebih lanjut ia menjelaskan, TI yang berlokasi di Kawasan Bukit Muntai lebih tepatnya di Samping Pondok Pesantren itu diketahui milik YD, warga Desa Keposang. Sedangkan tambang di Gunung Tagen milik DK warga Bukit Toboali.
“Sepengetahuan saya Bang, TI di Bukit Muntai tu, punya orang Desa Keposang yang name YD dan di Gunung Tagen milik DK. Dan menurut informasi dari pekerja TI, di lokasi itu mereka banyak hasilnya TI. Sehari kurang lebih dapat 100 kilo dan ada 4 alat berat PC di Gunung Tagen itu,” katanya.
Sampai berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait kepemilikan TI tersebut. (tras)






