NAMANG, TRASBERITA.COM – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, meninjau langsung realisasi kegiatan swakelola pemeliharaan berkala Sungai Lempuyang di Desa Jelutung, Kecamatan Namang Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, Senin (13/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Tim BWS, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Bangka Tengah, Camat Namang, dan Kepala Desa Jelutung. Peninjauan difokuskan pada kondisi jembatan dan tebing sungai yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat faktor cuaca.
“Alhamdulillah hari ini kita berkunjung ke salah satu jembatan yang memang favorit bagi para petani, yakni Sungai Lempuyang, yang kemarin sempat roboh karena cuaca. Kita didukung oleh BWS Bangka Belitung untuk memperbaiki melalui pembangunan bronjong ini. Estimasi pemanfaatannya kurang lebih tiga tahun,” ucap Algafry.
Namun demikian, Algafry menegaskan bahwa Pemkab Bangka Tengah akan terus melakukan pemantauan. “Kita tetap pantau adanya pergeseran atau pergerusan dari aliran sungai ini. Selama tiga tahun ke depan kita awasi sambil merencanakan pembangunan jembatan permanen di Sungai Lempuyang,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan infrastruktur tersebut. “Semua aktivitas pemerintah tentu kita harapkan dukungan dari masyarakat untuk memelihara dan menjaganya. Tadi juga kita serahkan cat agar nanti bisa gotong royong, memperindah jembatan supaya lebih jelas terlihat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DPUTRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengungkapkan bahwa penanganan di Sungai Lempuyang bermula dari laporan masyarakat terkait penyempitan alur sungai akibat longsor.
“Awalnya kami menerima laporan adanya penyempitan dan longsoran tanah di alur sungai, sehingga menyebabkan penyempitan alur sungai yang ada di Lempuyang. Berdasarkan hal ini, Tim SDA mengkaji dan menyampaikan ke kawan-kawan di BWS, yang kemudian segera ditindaklanjuti bahwa perlu adanya pelindung sisi tebing sungai menggunakan bronjong agar tidak terjadi longsor tanah yang ada di dinding sungai,” jelas Fani.
Ke depan, Fani menyebutkan bahwa Pemkab Bangka Tengah bersama BWS telah merencanakan pembangunan yang lebih permanen, termasuk pelebaran jembatan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat terutama sektor perkebunan. Di sisi lain, Kepala Seksi Pelaksanaan BWS Babel, Deny Ferdian, memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan.
“Kita dari BWS melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) akan terus mengontrol pekerjaan. Jika ada item yang rusak, tentu akan kita lakukan perbaikan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa penanganan ini merupakan langkah antisipatif sebelum kerusakan jembatan semakin parah.
“Berdasarkan usulan pemerintah setempat, kondisi sebelumnya sempat terjadi longsor sehingga nanti dapat mengganggu konstruksi jembatan. Jadi sebelum rusak lebih jauh, kita lakukan pencegahan dengan pemasangan bronjong dan geobag,” kata Deny. (*/tras)







