Bupati Markus Tutup Mentok Food Festival 2026, Kehadirannya Disambut Hangat Warga dan UMKM

Laporan: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

BANGKA BARAT, TRASBERITA.COM – Langit malam di Lapangan Golf Kota Mentok mulai dihiasi cahaya lampu panggung ketika ribuan masyarakat kembali memadati kawasan Mentok Food Festival 2026, Minggu (21/6/2026). Namun, sebelum dentuman musik penutup menggema dan artis tamu menghibur pengunjung, perhatian masyarakat lebih dahulu tertuju pada sosok yang berjalan menyusuri deretan tenda UMKM.

Bacaan Lainnya

Bupati Bangka Barat, Markus, memilih tidak langsung menuju panggung utama. Ia lebih dulu menyapa pedagang satu per satu, berbincang dengan pelaku usaha kecil, mencicipi beberapa produk kuliner lokal, serta melayani warga yang ingin bersalaman maupun mengabadikan momen melalui swafoto.

Suasana sederhana itu justru menjadi potret yang paling banyak diperbincangkan pada malam penutupan festival.

Bagi sebagian besar pelaku UMKM, kehadiran seorang kepala daerah di tengah keramaian bukan sekadar agenda seremonial. Mereka menilai kehadiran tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan masyarakat kecil yang selama lima hari terakhir berupaya menggerakkan roda ekonomi melalui Mentok Food Festival. Festival ini sendiri ditutup meriah pada Minggu malam dengan panggung hiburan yang dipadati ribuan warga.

Di tengah hiruk-pikuk festival, Markus terlihat beberapa kali berhenti untuk mendengarkan cerita para pedagang.

Ada yang mengaku dagangannya habis lebih cepat dibanding hari biasa. Ada pula yang menyampaikan harapan agar festival serupa rutin digelar karena mampu mendatangkan pembeli dari berbagai kecamatan.

Momen-momen kecil seperti itu menjadi gambaran bahwa keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya panggung hiburan, melainkan juga dari senyum para pedagang yang memperoleh tambahan penghasilan.

Salah seorang pelaku UMKM kuliner, Siti (42), mengaku merasa diperhatikan ketika Bupati Markus menyempatkan diri mendatangi lapaknya.

“Beliau datang, menyapa kami, bertanya bagaimana jualan selama festival. Bagi kami itu sederhana, tetapi sangat berarti. Kami merasa pemerintah benar-benar hadir melihat kondisi kami secara langsung.” ungkapnya dengan nada senang.

Pos terkait