Di dampingi pengacara kondang Bangka Belitung Iwan Prahara, Panglima sapaan akrab Hidayat Arsani ini melaporkan DA ke Polda Kepulauan Bangla Belitung, Sabtu (12/10/2024). (Istimewa)
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Jika dahulu ada pepatah Mulutmu Harimaumu, kini mulai bergeser dengan istilah Jarimu adalah Harimaumu.
Ini buktinya. Akibat menulis di media sosial tanpa data yang akurat, telah menyebabkan pemilik akun DA dilaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.
DA diduga telah menyebarkan fitnah dan berita hoax tentang Calon Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Di dampingi pengacara kondang Bangka Belitung Iwan Prahara, Panglima sapaan akrab Hidayat Arsani ini melaporkan DA ke Polda Kepulauan Bangla Belitung, Sabtu (12/10/2024).
Alasan Hidayat Arsani melaporkan DA, karena DA dianggap telah melakukan fitnah, penyebaran hoax dan pencemaran nama baik dirinya sebagai Calon Gubernur Babel yang memiliki tagline BERDAYA (Bersama Hidayat-Hellyana) ini.
Calon Gubernur Bangka Belitung yang diusung PDIP, GOLKAR, PPP dan PKS ini juga melaporkan akun media sosial (medsos) yang menyebarkan hoax dan fitnah terkait wagub cacat hukum, mafia tanah dan korupsi timah.
“Tujuan saya melaporkan ini, untuk menghindari terjadinya konflik antara pendukung pasangan calon Gubernur Babel yang maju dalam Pilkada 2024 ini,” ujar Hidayat.
Pasalnya kata Hidayat, sebagai calon gubernur Ia taat hukum dan aturan untuk melakukan semua hal yang berkaitan dengan Pilkada, diselesaikan melalui jalur hukum.
“Sesuai arahan Kapolda agar kita menjaga suasana kondusif, jangan sampai pendukung-pendukung membuat suasana yang tidak enak,” tukas Hidayat.
“Karena itulah hari ini saya melaporkan saudara DA karena sudah membuat fitnah. Dia (DA) mengatakan bahwa saya, Wagub dulu cacat hukum, saya adalah mafia tanah, yang ketiga saya korupsi timah. Tolong dibuktikan kalau terbukti tangkap saya,” tandas Hidayat.
Dikatakan Hidayat, jika Ia bermasalah dengan hukum, mengapa sampai hari ini Ia tidak tidak diproses secara hukum.
“Jadi sampai hari ini saya bersyukur saya masih bersih, tidak pernah melanggar hukum korupsi dan tidak melanggar apapun sampai detik ini,” tegasnya.
Panglima merasa apa yang ditudingkan DA melalui akun medsos pribadinya tersebut tidak benar.
“Saya tidak kenal dengan orang ini (DA). Dari ribuan orang di luar sana mungkin ini musuh politik saya. Saya tidak tahu dibelakangnya ini siapa. Jadi carilah kesalahan saya sampai dunia akherat enggak ketemu,” tutupnya
Kuasa hukum pasangan Hidayat Arsani-Hellyana, Iwan Prahara atau IP menambahkan kalau pelaporan yang dilakukan oleh kliennya merupakan langkah yang tepat, untuk mencegah terjadinya konflik.
“Jangan sampai ada konflik sesama pendukung di tingkat bawah,” ujar IP sapaan akrab pengacara ini. (*/tras)







