CEO PT Bersahaja Ikut Teken Kerjasama Pengelolaan LTJ, Arbi Leo: God Bless Indonesia

Bersam lima steholder lainna, CEO PPT Bersahaja, Arbi Leo melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ), di Kantor Kemenkomarves, di Jakarta, Selasa (11/10/2022). (istimewa)

Editor: bangdoi ahada
JAKARTA, TRASBERITA.COM — Arbi Leo, Pengusaha asal Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah pusat, yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk ikut berkontribusi mengelolah hilirisasi industri Monazite.

Bukti kepercayaan Pemerintah Pusat tersebut diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama, di Kantor Kemenkomarves, di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Bacaan Lainnya

CEO PT Bersahaja ini memang tidak sendirian. Sebanyak 6 stakeholder termasuk Arbi Leo ikut menandatangani perjanjian kerja sama dalam mengembangkan teknologi industri logam tanah jarang (LTJ) tersebut.

Keenam pihak itu antara lain Kemenko Marves, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Bersahaja, PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Timah Tbk.

” Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah, terkhusus atas inisiasi Kemenkomarves, sehingga saya sebagai CEO dari PT Bersahaja, hari ini bisa menandatangani perjanjian kerjasama untuk menjadi bagian dari sejarah dalam memajukan bangsa dan negara dengan mewujudkan pembangunan hilirisasi industri Monazite menjadi Logam Tanah Jarang (LTJ), Uranium dan Thorium, yang mana ketika ini berjalan maka akan menciptakan kemajuan berbagai industri di Tanah Air.
God bless Indonesia,” ucap syukur Arbi Leo, yang dibagikannya ke akun facebook Arbi Leo, Selasa (11/10/2022).

Pada kesempatan tersebut, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenkomarves Rofi Alhanif menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan sejarah baru bagi Indonesia.

Pasalnya, Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Swasta dapat bekerja sama bersinergi membangun teknologi masa depan untuk riset dan pengembangan.

Rofi menyatakan bahwa perjanjian kerja sama tersebut harus dikawal, agar berjalan lancar dan sesuai harapan yang telah direncanakan.

“Mudah-mudahan sesuai target awal output dari PKS ini kita bisa mendorong hilirisasi untuk pengolahan monasit menjadi oksida LTJ,” tukas Rofi.

Rofi berharap pada tahun 2024 mendatang, Indonesia sudah memiliki demo plan yang bisa membuktikan anak bangsa ini mampu membuat teknologi pengolahan LTJ yang masih belum banyak di dunia.

Dikatakan Rofi, pada masa mendatang, logam ini akan penting dan strategis yang bisa jadi rebutan banyak negara.

Sebagai informasi, Logam Tanah Jarang (LTJ) ini dikenal juga dengan sebutan Rare Earth Elements (REE).

Kini LTJ menjadi incaran banyak negara asing. Pasalnya LTJ ini dapat dimanfaatkan untuk kemajuan dunia teknologi.

Pemerintah RI sedang konsentrasi dan fokus untuk mengembangkan dan memanfaatan LTJ di dalam negeri. (*/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *