Oleh : Rusmin Sopian
TRASBERITA.COM — ” Mestinya bisa ngeliput Sambo ,” ujarnya saat kami mengawali perbincangan Jumat (13/1) siang itu.
Takdir menentukan lain. Test CPNS membuat pria kelahiran Kota Mentok ini, mengabdikan diri sebagai birokrat di Bangka Selatan.
Padahal dirinya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Koran Tempo Jakarta.
“Dalam waktu yang bersamaan, mereka, koran Tempo meminta saya untuk magang selama tiga bulan di Jakarta,. Takdir membuat saya memilih mengabdi di sini. Padahal profesi wartawan adalah pekerjaan yang sangat saya senangi,” kenang ayah satu orang anak ini.
Abdi negara dan pelayan masyarakat, kini disandang mantan wartawan ini.
Perjalanan karier Chairul Aprizal sebagai jurnalis muda terhenti.
Perjalanan dunia jurnalistik yang digelutinya sejak berstatus sebagai mahasiswa berakhir.
Lulusan STIKES Abdi Nusa Pangkal Pinang itu, kini mengabdi di Puskesmas Aek Bare, Kecamatan Airgegas.
Terima kasih birokrat muda telah mengabdi untuk Negeri Junjung Behaoh.
Kami percaya kecintaan dan loyalitas mu sebagai abdi negara untuk daerah Bangka Selatan yang banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat tak perlu di pertanyakan.
Gaspol 100 persen sebagai abdi negara yang berkualitas. Gaspol 100 persen sebagai pelayan masyarakat.
Dengar-dengar, akan didapuk sebagai Jubir? Cahaya matahari semakin meninggi.
Sinar terangnya menuntun Chairul, birokrat muda #BangkaSelatan dari Kampung Tanjung, Mentok meninggalkan rumah kami.
Tiba-tiba, saya teringat dengan Kota Mentok. Kota kelahiran istri dan dua putri kami.
Tiba-tiba, teringat dengan Kota Mentok. Kota yang penuh catatan sejarah dalam kehidupan saya dan keluarga kami.
Chairul…. Chairul….
Saye (baca : saya) jadi melankolis nih. (tras)







