Daerah Rawa Kok Dibikin Perumahan, Walikota Akan Panggil Developer dan OPD Terkait

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil mengunjungi kawasan Kulan, tepatnya Gang Seniman Babel Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang yang terkena banjir., Rabu (24/11/2021). (ist)

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Sholat subuh baru saja usai. Tiba-tiba ada pesan Whats App (WA) masuk ke handphone Walikota Pangkalpinang Dr Maulan Aklil.

Tak banyak isi pesan tersebut, hanya mengabarkan bahwa kawasan Kulan, tepatnya Gang Seniman Babel Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang diserang banjir.

Menerima pesan ini, Molen, sapaan akrab Walikota Pangkalpinang ini langsung bergegas.

Ia mengajak sejumlah staf meluncur ke lokasi yang dikabarkan sedang tergenang air, Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

“Saat saya datang, memang pasang air laut agak tinggi, hujan juga deras jadi menyebabkan debit air lebih besar. Tadi kita juga bantu evakuasi beberapa warga,“ ujar Molem, saat meninjau lokasi banjir.

Dikatakan Molen, kawasan yang mengalami banjir tersebut merupakan rawa yang telah dijadikan perumahan.

Menyikapi hal ini, dirinya akan memanggil developer perumahan tersebut bersama stakeholder, OPD terkait dan warga sekitar.

“Kita akan panggil developernya, itu kan daerah rawa kok dibikin perumahan. Makanya akan kita kroscek lagi terkait perizinannya, amdal dan lain sebagainya,” kata Molen.

Molen menyebut, developer sudah disarankan untuk tidak membangun perumahan di kawasan tersebut dengan menimbun lahan.

Untuk itu pihaknya juga akan memanggil pihak terkait untuk mencari solusinya bersama warga perumahan dan sekitar.

“Jangan sampai developer asal bangun, lalu masyarakat ada kejadian seperti ini ngadu ke kita,” tukasnya.

Molen menyampaikan aduan masyarakat terkait bencana maupun hal genting lainnya langsung segera disikapi.

Informasi ini diketahui molen langsung dari nomor layanan aduan yang disebarkan beberapa OPD di Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Menurutnya dengan nomor layanan tersebut berguna dan memudahkannya mendapatkan informasi langsung, serta cepat untuk direspon.

“ Ini adalah rawa-rawa titik rendah ada di sini, jangan lagi bikin penimbunan di sini dan segala macam. Dengan banyaknya penimbunan ini makin parah mau digali got tidak bisa juga karena ini memang daerah terendah. Apalagi saat ini air pasang laut tinggi dan debit curah hujan agak tinggi,” tegasnya. (*/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *