Dari Pos AL Mentok, Jagung Tumbuh, Harapan Menguat

MENTOK, TRASBERITA.COM — Mentari pagi menyapa pelan halaman Pos TNI AL (Pos AL) Mentok, Sabtu (31/01/2026).

Di lahan yang dulunya sekadar ruang kosong, tongkol-tongkol jagung kini menguning matang.

Bacaan Lainnya

Tawa prajurit, petugas karantina, dan adik-adik Pramuka Saka Bahari berpadu—menandai panen jagung perdana yang sarat makna.

Pangkalan TNI AL Bangka Belitung (Lanal Babel) melalui Pos AL Mentok membuktikan bahwa ketahanan pangan tak selalu dimulai dari lahan luas dan alat canggih.

Cukup dengan niat, kerja bersama, dan konsistensi. Dari pesisir Bangka Barat, TNI AL menghadirkan praktik nyata kemandirian pangan yang membumi.

Dipimpin Komandan Pos AL  Mentok, Lettu Laut (P) Suryadi—mewakili Danlanal Babel Kolonel Marinir Yulindo, S.E., M.M., CRMP—kegiatan panen ini melibatkan lintas unsur: Karantina BKHIT Babel Cabang Mentok, KSOP Mentok, serta Pramuka Saka Bahari binaan Pos AL Mentok.

Sinergi yang hidup, bukan sekadar formalitas.

“Ini bukan sekadar panen jagung,” ujar Lettu Suryadi.

“Ini simbol bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Lahan sekecil apa pun bisa produktif jika dikelola dengan kemauan dan kolaborasi.” tambahnya.

Lebih dari hasil panen, lahan Pos AL Mentok menjadi ruang belajar.

Para anggota Pramuka Saka Bahari terlibat sejak awal—menanam, merawat, hingga memanen.

Mereka belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan, langsung dari praktik nyata.

Apresiasi pun datang dari Kepala Karantina BKHIT Babel Cabang Mentok.

Menurutnya, langkah Pos AL Mentok selaras dengan upaya pemerintah memperkuat pangan dari level lokal.

“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Inisiatif seperti ini memberi dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Danlanal Babel, Kolonel Marinir Yulindo, dalam pesannya menegaskan komitmen TNI AL untuk terus menggerakkan program serupa di seluruh jajaran Posal.

Bukan hanya untuk produksi pangan, tetapi juga untuk mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat dan membentuk generasi muda yang produktif.

Panen jagung perdana di Pos AL Mentok akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

Ia adalah cerita tentang kolaborasi, tentang prajurit yang hadir di tengah masyarakat, dan tentang harapan yang tumbuh dari tanah pesisir—setongkol demi setongkol. (Tras)

Pos terkait