JAKARTA, TRASBERITA.COM — Di balik lembar-lembar siaran pers yang rutin dibaca publik, tersimpan kerja senyap, ketekunan, dan komitmen menjaga demokrasi.
Kerja yang kerap luput dari sorotan itu akhirnya mendapat pengakuan nasional.
Bawaslu Kota Pangkalpinang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Indonesia.
Pada 20 Desember 2025, di Jakarta, Bawaslu Kota Pangkalpinang dinobatkan sebagai Terbaik III kategori Siaran Pers dalam Anugerah Kehumasan Bawaslu Tahun 2025.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa informasi kepemiluan yang disampaikan dengan jernih, akurat, dan berimbang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Prestasi itu terasa semakin istimewa karena diraih beruntun.
Sehari sebelumnya, Bawaslu Pangkalpinang juga menerima Penghargaan Terbaik III kategori Bawaslu Kabupaten/Kota dengan Aktivitas Pencegahan Terbaik pada Malam Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Dua panggung, dua penghargaan, dan satu pesan yang sama: kerja kolektif tak pernah mengkhianati hasil.
Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali, menyebut capaian tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan institusi, melainkan hasil dari sinergi yang terbangun kuat di internal lembaga dan lintas mitra.
“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dan penilaian dari Bawaslu RI atas kerja kami. Ini capaian bersama, hasil dari kolaborasi semua pihak yang selama ini terlibat,” ujarnya.
Namun bagi Imam, penghargaan bukan garis akhir. Justru sebaliknya, ia menjadi pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar.
“Ini bukan hanya simbol capaian, tetapi juga tanggung jawab untuk terus meningkatkan sinergi, profesionalitas, dan kualitas demokrasi di daerah, yang pada akhirnya harus bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Kota Pangkalpinang,” tegasnya.
Di balik keberhasilan kehumasan itu, terdapat peran penting relasi yang terjalin erat dengan media.
Wahyu Saputra, Koordinator Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang, menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan insan pers.
Menurut Wahyu, kehumasan bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan edukatif.
“Tak akan maksimal tugas kehumasan tanpa peran media. Kawan-kawan media adalah mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepemiluan kepada masyarakat,” ujarnya.
Baginya, penghargaan ini adalah cermin dari kerja sama yang saling menguatkan.
“Ini bentuk kolaborasi yang sehat dan produktif. Terima kasih kepada kawan-kawan media atas dukungannya selama ini,” tutup Wahyu.
Dari Pangkalpinang ke Jakarta, dari meja kerja ke panggung nasional, Bawaslu Kota Pangkalpinang membuktikan bahwa demokrasi tak hanya dijaga lewat pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui narasi yang jujur, terbuka, dan bertanggung jawab.
Sebuah pesan yang kini telah bergema hingga tingkat nasional. (Tras)






