Penulis: Hendri II Editor: Bangdoi Ahada
SUNGAILIAT, TRASBERITA.COM — Deru mesin terdengar jelas dari Jalan Raya Kudai Parit 7 Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (5/4/2023).
Ternyata di balik tembok beton dan seng tersebut sejumlah ponton tambang illegal sedang beraktivitas.
Jika di lihat dari pinggi jalan, memang tidak terlihat adanya aktivitas tambang. Pemilik tambang ini cukup pintar menutupi aktivitas tambang illegal miliknya.
Pasalnya sepanjang jalan di lokasi aktivitas TI, ditutupi pagar beton dan pagar seng.
Namun, saat dilihat lebih dekat ternyata ada aktivitas ponton TI menyemprot dan menghisap lumpur tanah, yang selanjutnya naik ke sakan untuk dicuci menghasilkan pasir timah.
Menurut Ayun, yang ditemui Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), aktivitas tambang yang tidak jauh dari perkuburan sentosa tersebut sudah lama beroperasi.
“Sudah lebih dari tiga bulan ini Pak. Hanya mereka tutupi pakai seng, jadi kami tidak bisa melihat aktivitas di dalam,” ujar Ayun.
Hanya saja deru mesin TI terdengar jelas hingga ke jalan.
“Setahu kami mereka tu jalan siang dan malam” tukas Ayun.
Sementara itu warga lainnya, Wan mengaku hal serupa bahwa aktivitas TI yang dipagari tembok tersebut sudah lama beroperasi.
“Oh tambang tu punya Pak Saklim Pak. Rumah Pak Saklim tidak jauh dari sinilah Pak,” ujar Wan.
Dikatakan Ayun maupun Wan, belum pernah melihat adanya penertiban dari aparat penegak hukum (APH) terhadap tambang Salim tersebut.
“Nah kalo penertiban, kami belum pernah lihat ada aparat datang menertibkan lokasi tetsebut. Tapi kalo anggora atau oknum APH yang datang ke lokasi itu, informasinya sering Pak,” tukas Ayun.
“Biasalah Pak, kalo APH yang datang ke sana itu bukan untuk menertibkan. Tapi biasalah pak untuk silahturrahmi,” timpal Wan sembari tertawa.
Hingga berita ini dinaikkan, Tim Jobber sedang berusaha menghubungi Saklim, warga Kuday Sungailiat, yang disebut-sebut warga adalah pemilik tambang tersebut. (JB/TRAS)






