Desa Batu Beriga Punya 6 Batu Aneh, Yang Nomor 6 Paling Sakti

Batu Meriam Sumber : dokumentasi penulis

Oleh : Meilanto
Pegiat Sejarah dan Budaya Kabupaten Bangka Tengah
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM –– Desa Batu Beriga awal mulanya merupakan tempat berkebun masyarakatdari Belitung yang pergi melewati jalur laut.

Cerita yang berkembang tentang Desa Batu Beriga berasal dari kepercayaan masyarakat yang berkebun pada waktu pertama orang mulai membuka kebun di Batu beriga.

Bacaan Lainnya

Kemudian mereka meyakini bahwa ketika menanam pohon batang pisang jika bisa tumbuh umbut sebagai tunas barunya, itu artinya bahwa daerah ini boleh dijadikan kampung.

Namun, menurut cerita yang berkembang batu Beriga juga berasal dari kejadian ketika ada kapal atau perahu para nelayan sering menabrak batu karena ketidaktahuan mereka dengan keberadaan banyak batu karang disekitar perairan ini.

Di Batu beriga ada pantai yang terdapat banyak batu serta bebatuan granit berukuran besar.

Bahkan setiap batu disini dulunya memiliki nama yang berbeda-beda.

Berikut nama batu-batu yang terdapat di pantai Batu Beriga: a. Batu Panjang

Batu besar ini memanjang dari darat ke laut sehingga menjadi pemdangan yang menarik bagi pantai Desa Batu Beriga.

b. Batu Bedaun

Batu ini berada di laut sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Di atas batu ini terdapat batang perpat yang hidup di atasnya sehingga batu berukuran besar tersebut dikenal dengan batu bedaun.

c. Batu Karang Haji Asan

Batu ini berada di laut yang dangkal dan dipenuhi gugusan karang.

Dulu, ada seorang nelayan bernama Haji Asan yang menabrak karang di perairan Desa Batu Beriga sehingga batu tersebut dikenal dengan Batu Karang Haji Asan.

d. Batu Buaya Nyangap (membuka mulut dalam waktu yang lama).

Batu ini berada di bibir pantai dan landai.

Warga yang hendak melaut sering melihat buaya berjemur sambil membuka mulutnya sehingga batu tersebut dikenal dengan batu buaya nyangap.

e. Batu Beduri

Batu ini banyak ditumbuhi tanaman berduri sehingga dikenal dengan nama Batu Berduri.

f. Batu Meriam

Batu ini berada di pesisir selatan Bukit Tanjung Berikat.

Batu granit berukuran raksasa ini dikaitkan dengan mitos yang beredar dari mulut ke mulut di Dusun Tanjung Berikat.

Saat tentara NICA mendarat di Tanjung Berikat untuk menyerang para TKR yang dipimpin oleh F Manusama, terdengar suara tembakan meriam dari arah batu tersebut seolah-olah batu tersebut membantu para TKR berperang.

Menurut Atok Samel (73 Tahun), suara tembakan seperti suara meriam dari batu tersebut merupakan suara makhluk halus yang mendiami batu granit yang merupakan bagian dari bukit Tanjung Berikat. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *