Desa Penyak, Datanglah Orang Sakti Bernama Abok Page dan Abok Parang

Oleh : Meilanto
Penulis, Pegiat Sejarah dan Budaya Bangka Tengah

BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Pada zaman dahulu, desa ini sering didatangi oleh perompak (lanon) yang merampok dan menculik para dayang kampung.

Bacaan Lainnya

Kemudian, datanglah orang sakti yang bernama Abok Page dan Abok Parang yang berhasil melawan dan mengusir parompak tersebut.

Kesaktian keduanya yang menarik akar-akaran yang panjang dan besar telah membentuk Sungai Melangsat, Daeng dan Sungai Penyak.

Makam keduanya ada di kaki Bukit Tanjung Penyak yang sekarang dijadikan tempat pemakaman umum Desa Penyak.

Desa Penyak yang berada di pesisir dan perbukitan tidak luput dari incaran penjajah. Perjuangan melawan penjajah dilakukan oleh warga Penyak, seperti aoleh Kapten Basirun, Kopral Ali Tando, Abok Samsudin, Abok Rozali, Abok Sulai dan lain-lain.

Awalnya desa ini disebut kampung yang dikepalai oleh seorang Gegading, yakni gegading Matyasin. Berdasarkan sejarah pemerintahan desa, sampai dengan tahun 2011 sudah ada 17 periodenisasi pergantian Gegading/ Lurah/ Kepala Desa. Desa penyak menjadi desa tersendiri melalui SK Gubernur Sumatera Selatan No. 141/786/PEM/1981, tanggal 10 Februari 1981.(Ibrahim, dkk., 2013:85-86)

Menurut tokoh pemuda Penyak, Abdul, saat para lanon datang, penduduk Penyak mengungsi ke Bulang yang berada di barat Penyak.

Sementara itu, kedatangan para lanon dihadapi oleh Abok Page.

Setelah para lanon pergi, maka penduduk di Bulang kembali lagi ke kampung Penyak. Sebagian masyarakat tetap tinggal di Bulang dan lama-kelamaan menjadi pemukiman.

Cerita rakyat ini sangat mendasar mengingat pada peta tahun 1931, di sebelah barat Penyak terdapat pemukiman (dalam peta berwarna hijau) yaitu Boelang yang berada didekat Sungai Koerau (bagian hulu).

Jika menelisik peta tersebut, jalan setapak (niet verharde weg) mentok di sisi Sungai Koerau dekat kelekak Daeng dan Aik Melangsat.

Setelah itu tidak ada lagi jalan setapak untuk tiba di Boelang.

Sarana transportasi melalui sungai Koerau dengan perahu.

Selanjutnya terdapat jalan setapak disisi Sungai Koerau yang menuju ke Boelang. Di dekat pemukiman kampung Boelang terdapat regematig aangeledge pepertuinen (kebun lada) yang sangat luas dan karet (rubber) dan Ladang. (tijdelijke nederzettingen met droge rijstvelden) maksudnya ladang ume dengan pondok sementara yang bisa ditempuh dengan jalan setapak.

Sungai Kurau terdiri dari beberapa anak sungai (aik) diantaranya Aik Melangsat, Sungai Simpang, Sungai Sabut yang berhulu di Sungai Bemban, Sungai Kabung, Sungai Sisil dan Sungai Kepoh. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *