Penulis: Putri
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Ketukan palu sidang yang menggema di ruang musyawarah Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Sabtu (17/01/2026) siang, menjadi penanda berakhirnya Musyawarah Kafilah (Musykaf) ke-III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GK HW) Penuntun Depati Amir Unmuh Babel.
Namun, di balik formalitas penutupan, tersimpan emosi, harapan, dan ikatan kebersamaan yang tak mudah dilupakan.
Musykaf yang berlangsung sejak Jumat (16/01/2026) pagi ini mengusung tema “Spirit Musyawarah sebagai Jalan Pengabdian Penuntun Hizbul Wathan”.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan benar-benar tercermin dalam setiap dinamika sidang yang berjalan panjang, alot, dan penuh pembelajaran.
Penutupan musyawarah diawali dengan pembacaan basmalah, menandai rampungnya seluruh rangkaian agenda Musykaf.
Hadir dalam momen tersebut Ketua PK IMM Buya Hamka, Isham, serta Formatur DPM Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang turut memberikan dukungan dan semangat kebersamaan.
Puncak ketegangan terasa saat Sidang Pleno IV digelar.
Proses penghitungan suara, penetapan formatur, hingga ketukan palu pimpinan sidang menjadi detik-detik yang menguji kesabaran, kedewasaan, dan kedisiplinan peserta.
Perbedaan pandangan dan tekanan waktu tak terelakkan, namun semua keputusan akhirnya lahir melalui mekanisme musyawarah yang dijaga dengan tanggung jawab.
Ketegangan itu perlahan mencair ketika layar menampilkan video perjalanan kepengurusan periode 2025/2026.
Rekaman tersebut menelusuri jejak satu tahun perjalanan organisasi—dari dinamika awal kepengurusan, kebersamaan dalam kegiatan, hingga berbagai tantangan yang dilalui bersama.
Tangis haru pun pecah di ruangan, menjadi saksi betapa kuatnya ikatan emosional yang telah terbangun di antara para pandu Hizbul Wathan.
Dalam sambutannya, Ketua Kafilah GK HW Unmuh Babel, Sayied Agiel Yusuf, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kebersamaan selama masa kepengurusan.
“Terima kasih atas kontribusi dan dedikasi semuanya. Hari ini kita bisa melihat kembali lika-liku yang telah dilalui. Jika kalian tidak ingin repot dan bersedih, jangan masuk kepanduan ini, karena di sinilah kita akan menghadapi medan-medan yang tak disangka,” ucapnya dengan suara bergetar menahan haru.
Ia menitipkan estafet kepemimpinan kepada pengurus baru agar menjadikan Hizbul Wathan sebagai rumah kaderisasi dan ruang pembentukan karakter.
“HW tidak pernah kekurangan anggota. Organisasi tidak membutuhkan siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling royal. Apa pun yang terjadi, tetaplah berdiri di perahu organisasi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina GK HW Unmuh Babel, Ramanda Rifki Hanif Setiawan, menegaskan bahwa musyawarah adalah ruang pendidikan yang sesungguhnya dalam organisasi.
Ia mengajak pengurus baru untuk bergerak bersama secara terarah demi keberlanjutan Hizbul Wathan.
“Musyawarah itu bukan hal sembarangan. Di sinilah kita belajar berpikir, bersabar, dan berproses. Jangan bergerak sendiri, bergeraklah bersama dan terarah. Silakan terbang, tetapi terbanglah dengan arah, agar HW bisa mandiri dan terus berlanjut,” pesannya.
Musykaf ke-III ini menetapkan tujuh formatur terpilih periode 2026/2027, yakni:
Ketua: Ayunda Artika Salsabilla
Sekretaris: Ayunda Zambiatun Hasanah
Bendahara: Ayunda Olyvia Azzahra
Wakil Ketua I: Rakanda Iman
Wakil Ketua II: Ayunda Nur Alini
Wakil Ketua III: Ayunda Alisa
Wakil Ketua IV: Ayunda Amelia
Ketua terpilih, Ayunda Artika Salsabilla, menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar yang diembannya.
“Ini adalah amanah besar. HW tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan HW sebagai tempat berproses, bertumbuh, dan berkembang. Mari kita melangkah maju bersama,” ujarnya.
Salah satu pandu muda Hizbul Wathan, Nurhasanah, mengaku Musykaf ini menjadi pengalaman berharga baginya.
“Suasana tegang itu wajar. Justru dari situlah saya belajar tentang keberanian, menyampaikan pendapat, dan memahami proses sidang. Kegiatan ini seru dan menantang, serta menjadi ruang belajar bersama,” tuturnya.
Acara penutupan Musykaf ke-III ditutup dengan sesi foto bersama.
Senyum dan air mata haru berpadu, menjadi penanda berakhirnya satu periode pengabdian dan dimulainya langkah baru bagi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. (Tras)













