Dialog Dua Jalan Pengabdian: Aksan Visyawan Bertemu DR. Zamzani di Gubuk Sejuta Motivasi

BANGKA, TRASBERITA.COM — Di tengah hujan gerimis yang membasahi pagi Air Anyir, sebuah pertemuan hangat terjadi antara Calon Bupati Bangka 2025, H. Aksan Visyawan, dan tokoh muda inspiratif DR. Zamzani.

Silaturahmi berlangsung di Gubuk Sejuta Motivasi, sebuah tempat sederhana namun penuh nilai, yang selama ini menjadi simbol perjuangan pendidikan karakter bagi generasi muda Bangka.(05/07/2025)

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini bukan sekadar formalitas politik.

Dalam suasana santai namun bernas, keduanya berdiskusi hangat tentang arah pembangunan Bangka, peran pemuda, dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperbaiki masa depan daerah.

DR. Zamzani, yang sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial Pilkada 2025, akhirnya secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam kontestasi politik tahun ini.

“Saya sejak awal memang tidak terlalu tertarik masuk ke jalur politik. Fokus saya saat ini adalah membangun ruang pendidikan dan motivasi. Target pribadi saya, insyaAllah, sebelum usia 40 tahun sudah menyandang gelar profesor,” ujarnya tenang.

Doktor muda asal Bangka ini selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai penggerak literasi dan karakter pemuda melalui pendekatan motivasi dan pendampingan komunitas.

Meski wajahnya sempat muncul di sejumlah baliho pra-Pilkada, ia memilih langkah yang berbeda: mengabdi dari luar sistem politik.

H. Aksan Visyawan menyambut hangat keputusan tersebut dan memberikan apresiasi atas kontribusi DR Zamzani yang konsisten dalam membangun semangat generasi muda.

“Bangka tidak hanya butuh pemimpin di panggung politik. Kita juga sangat membutuhkan sosok seperti beliau—akademisi muda yang punya integritas, visi jangka panjang, dan kepedulian tinggi terhadap masa depan pemuda,” ujar Aksan.

Pertemuan ini memperlihatkan kematangan demokrasi lokal: bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan lewat jabatan politik. Ada jalan lain yang sama pentingnya—yakni lewat ilmu, keteladanan, dan motivasi.

Di akhir pertemuan, keduanya saling mendoakan dan sepakat bahwa kemajuan Bangka ke depan memerlukan ruang kolaborasi yang terbuka, bukan sekadar kompetisi antar individu.

“Saya percaya, siapa pun yang memimpin nanti, selama niatnya benar dan berpihak pada rakyat, akan mendapat dukungan dari semua pihak,” kata DR. Zamzani. (Tras/roy)

Pos terkait