Dies Natalis Ke-17, UBB Semakin Memesona, Yusril Bicara Soal Kegentingan Negara

Penulis: Imo  II  Editor: Ichsan Mokoginta

MERAWANG, TRASBERITA.COM--Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Dies Natalis ke-17, Rabu (12/4/2023).

Bacaan Lainnya

Peringatan dengan mengusung tema Terus Bertumbuh Membangun Peradaban itu, juga dirayakan dengan menggelar rapat terbuka Senat Universitas Bangka Belitung dan Orasi Ilmiah oleh Dewan Pertimbangan UBB Periode 2020-2024, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, M. Sc.

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M. Si, dalam sambutannya menegaskan, di usia ke-17, UBB saat ini memasuki usia remaja yang semakin memesona.

Beberapa indikatornya adalah jumlah mahasiswa yang dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan.

“UBB memasuki usia yang makin memesona. Indikatornya adalah jumlah mahasiswa yang terus meningkat. Saat ini sudah mencapai hampir 7 ribu mahasiswa dan diprediksi mencapai 11 ribu pada tahun 2026,” ujar Ibrahim yang meraih gelar profesor di usia relatif muda, 41 tahun.

Menurut Ibrahim, rasio keketatan UBB saat ini adalah 1:4.

“Dari 4 pelamar, satu orang yang lulus. Sedangkan mahasiswa berasal dari 22 provinsi, terjauh dari Aceh dan Papua Barat. Jumlah kerjasama pun meningkat. Dalam tiga tahun terakhir hampir 100 kerjasama kelembagaan baik dengan Pemda, DUDI, termasuk kementerian. Ada 30 prodi yang terhimpun dalam 5 Fakultas saat ini,” paparnya.

Dari sisi achievement, lanjut Ibrahim, UBB saat ini terakreditasi B/Baik Sekali, peringkat 16 untuk keterbukaan informasi, di klaster ‘utama’ untuk kelompok riset dan pengabdian, green metric di posisi 16, peringkat Sinta di angka 132 dari ribuan kampus, dan versi Edurank posisi UBB di 105.

“Kami berharap di usia 17 tahun UBB akan terus tumbuh dan berkembang sebagai kampus yang menjadi rumah belajar bagi semua anak bang, khususnya Babel,” harapnya.

Sementara itu, dalam Orasi Ilmiahnya, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, sukses ‘menghipnotis’ civitas akademika UBB dan ratusan tamu undangan.

Terlebih tatkala Yusril menceritakan seputar kegentingan negara pada peristiwa berhentinya Soeharto dari jabatan presiden. Peserta dan tamu undangan Dies Natalis tersentak dan larut dalam fakta sejarah yang dipapar oleh Yusril.

“Selaku orang yang berada dan dekat dengan Soeharto ketika itu, saya tahu persis apa yang terjadi. Kalau saja saat itu sedikit saja salah mengambil sikap, tak tahu saya apa yang bakal terjadi dengan negara ini,” ungkap Yusril.

Yusril dengan Orasi Ilmiah berjudul Penguatan Kembali Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 itu, mengupas panjang lebar tentang persoalan ketatanegaraan sejak UUD 45 disusun hingga dilakukan beberapa amandemen seperti saat ini.

“Orasi Ilmiah yang luar biasa. Berasa kuliah tiga semester bobotnya,” ujar Rektor UB, Prof. Ibrahim, mengomentari apa yang disampaikan Yusril. (Tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *