Penulis: Sasmita |Editor: Ichsan Mokoginta Dasin
SUNGAILIAT, TRASBERITA.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengadakan rapat koordinasi pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyatakat (TPKJM). Kegiatan yang dipusatkan di Hotel ST 12 Sungailiat, Selasa (14/3/2023) ini, dibuka oleh Bupati Bangka, Mulkan SH, MH secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Mulkan mengatakan, kesehatan jiwa merupakan kondisi seseorang untuk dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial agar individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dan dapat bekerja secara produktif serta mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Apalagi, kata Bupati Mulkan, Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Terdapat berbagai masalah kesehatan jiwa dengan gejala berbeda, umumnya ditandai dengan kombinasi pemikiran abnormal, masalah atau gangguan persepsi, emosi, perilaku, dan hubungan dengan orang lain.
Ia mengungkapkan, masalah kesehatan dan gangguan jiwa meliputi depresi, gangguan aktif bipolar, skizofrenia dan psikosis lainnya, demensia, cacat intelektual, dan gangguan perkembangan termasuk gangguan spektrum autism dan lain-lain.
“Beban masalah kesehatan jiwa terus meningkat yang berdampak terhadap kesehatan dan konsekuensi sosial, hak asasi manusia, dan ekonomi utamanya terjadi di semua negara di dunia,” jelas Mulkan.
Begitu pula, lanjut Bupati Mulkan, depresi adalah masalah kesehatan jiwa yang umum terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
Bahkan, berdasarkan data WHO tahun 2018, secara global sekitar 264 juta orang menderita depresi. Di mana depresi lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria, pada kondisi terburuk depresi dapat menyebabkan bunuh diri.
“Oleh karena itu, program kesehatan jiwa telah menjadi komitmen global dan nasional yang dituangkan dalam sustainable development goals (SDGs), yaitu pada tahun 2030, menurunkan 1/3 kematian dini karena penyakit tidak menular dan mempromosikan kesehatan jiwa dan menurunkan angka kematian karena bunuh diri,” tuturnya.
Makanya, tambah Bupati Mulkan, strategi pembangunan kesehatan jiwa masyarakat dilakukan dengan cara, yaitu meningkatkan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain itu, penguatan kerja sama lintas sektor, serta kemitraan dengan swasta dan masyarakat.
“Akan lebih baik lagi kalau kita bisa memberdayakan masyarakat secara terintegrasi dengan program lintas sektor. Menguatkan advokasi dan sosialisasi kesehatan jiwa masyarakat. Menguatkan kapasitas sumber daya serta penguatan mekanisme kerja dan membangun sistem data dan informasi serta kajian bidang kesehatan jiwa,” tandas Mulkan. (Tras)














