Ditanya Alat Berat Itu untuk Nambang, Amet Ngakunya untuk Buat Jalan, Kapolres Bangka Segera Lakukan Penertiban

Alat berat jenis excavator milik Amet. (JB/trasberita)

Editor: bangdoi ahada
BANGKA, TRASBERITA.COM — Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan SH SIk M SI menegaskan akan menertibkan alat berat jenis excavator yang beraktivitas di wilayah Desa Kimak Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Terimakasih infonya Tim Jobber. Insya Allah segera dicek ke lokasi untuk dilakukan penertiban,’ ujar AKBP Indra.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang didapat di GPS Map, lokasi aktivitas alat berat ini masuk dalam kawasan hutan produksi (HP).

Alat berat berwarna orange ini disebut-sebut warga yang berada di lokasi, merupakan alat berat milik Amet, Bos Alat Berat Bangka.

“Oh kalo PC tu informasinya milik Bos Amet Bang. Kalo Ako tu banyak alat berat e,” tukas Amen, saat ditemui Tim Media Journalis Babel Bergerak (Jobber) di lokasi.

Pantauan di lapangan pada Minggu (18/9/2022) terlihat dua unit alat berat dengan berwarna yang sama.

Terlihat alat berat merek Hitachi sedang melakukan kegiatan mengobrak-abrik tanah untuk perluasan lobang camui.

Diduga aktivitas alat berat ini untuk proses pengerjaan tambang timah.

Saat dicek melalui GPS Map, masuk dalam wilayah Desa Kimak Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk lahan yang dilakukan diduga masuk dalam kawasan hutan produksi (HP).

Narasumber di lokasi penambangan mengungkapkan untuk kegiatan penambangan disini sudah lama dilakukan.

“Bapak langsung lihat saja bagaimana lokasi disini sudah gundul. Untuk alat PC kami rental Rp 700 per jam. Untuk alat beratnya Bos kami rental sama Amet. Biasanya untuk kepengurusan ada di sini. Tapi hari ini tidak terlihat. Nanti Bapak langsung saja nemui yang punya alat berat ini”, ungkap sumber ini.

Amet yang dihubungi Tim Jobber pada Selasa (20/9/2022) mengakui bahwa alat berat yang berada di lokasi tersebut adalah miliknya.

Hanya saja, Amet tidak mengaku jika alat berat tersebut digunakan untuk melakukan aktivitas tambang.

“Alat berat itu memang punya saya. Tapi alat berat itu bukan digunakan untuk nambang,” ujar Amet.

Diakui Amet, alat berat miliknya tersebut digunakan untuk membantu membuat jalan di sekitar lokasi di Desa Kimak.

“Kalo untuk nambang, dak usah pakai PC, itu tambang kecil, dak perlu alat berat. Jadi alat berat itu digunakan untuk jalan. Sebentar lagi juga selesai,” ujar Amet.

Hanya saja pantauan Tim Jobber di lapangan, tidak terlihat excavator tersebut membantu membuat jalan ataupun membantu proyek jalan.

Entah jalan yang mana yang dimaksud Amet, yang membutuhkan bantuan alat berat excavator.

Sementara yang terlihat adanya aktivitas seperti sedang membongkar tanah untuk membuat lobang camui dan menghancurkan tanah agar mudah dalam melakukan aktivitas tambang inkonvensional (TI). (JB/tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *