PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menunjukkan tren positif. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Babel menegaskan bahwa perjuangan untuk memastikan kesejahteraan petani masih jauh dari selesai.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menyatakan pihaknya bergerak cepat untuk mengawal agar kenaikan harga TBS benar-benar dirasakan hingga ke tingkat petani, bukan hanya berhenti di level pabrik.
“Harga TBS memang mulai beranjak naik, tapi kita tidak ingin kenaikan ini hanya dinikmati di tingkat pabrik saja. Petani harus merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Didit.
Ia menekankan pentingnya transparansi dalam rantai distribusi sawit, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Menurutnya, praktik delivery order (DO) dan peran pengepul yang kerap memutus akses informasi harga menjadi perhatian serius DPRD.
“Selama ini ada mata rantai distribusi yang tidak transparan. Praktik DO dan pengepul seringkali membuat petani tidak mengetahui harga sebenarnya. Ini yang akan kita tertibkan melalui koordinasi lintas pihak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, DPRD Babel mendorong pembentukan Tim Terpadu Pengawasan Sawit. Tim ini diharapkan mampu menghadirkan kontrol yang nyata dan berkelanjutan terhadap tata niaga sawit di daerah.
Didit juga menegaskan bahwa pengawasan akan diperkuat dengan dukungan regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
“Dengan adanya regulasi yang jelas, pelanggaran tidak boleh lagi dibiarkan tanpa sanksi. Kita ingin sistem ini berjalan adil dan transparan,” katanya.
Ia berharap upaya ini dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.
“Harapan kita sederhana, harga yang adil, petani sejahtera, dan industri sawit tetap berjalan sehat,” pungkas Didit. (*/Tras)






