Penulis: Lia
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bangka Belitung, terus berupaya mendorong agar kesenian tradisional daerah Bangka Belitung dapat terus terawat sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.
Salah satu kesenian tersebut adalah Teater Dulmuluk yang juga ikut dikampanyekan agar tetap diperkenalkan melalui peran lembaga pendidikan.
Hal inilah yang juga disinggung oleh, Sub Koordinator Seni Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bangka Belitung, Pupung Patonah Damayanti saat ditemui wartawan ini saat peringatan hari teater nasional 27 Maret 2023.
Pupung optimis, seni teater termasuk teater tradisional seperti Dulmuluk akan dapat kembali semarak jika mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk oleh para pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
Seni teater tradisional, bisa menjadi salah satu materi pembelajaran yang diterapkan di sekolah, karena lakon teater juga dapat mengarah kepada pembentukan karakter dan mengenal sejarah perjuangan bangsa secara lebih spesifik dalam bentuk ekskul, muatan lokal dan sebagainya.
Ia mencontohkan, beberapa kesenian teater tradisional di Babel yang sudah mati suri, sehingga hal ini membutuhkan perhatian lebih serius dari banyak pihak untuk pelestarian budaya sesuai dengan Undang-Undang Nomor.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Saya yakin, kita semua akan sepakat, jika hal ini memang memerlukan upaya yang lebih masif termasuk melalui teater tradisional yang ada di daerah-daerah, termasuk Babel supaya nilai-nilai kebudayaan kita bisa maju dan tetap lestari,” ajaknya.
Disisi lain, ia juga bersyukur, karena upaya pelestarian kesenian teater tradisional di Indonesia termasuk Dulmuluk tetap terus dilakukan para pelaku pelestarian seni dan budaya bersama pemerintah.
Hal ini salah satunya juga dibuktikan dengan dimasukannya kesenian Dulmuluk pada tahun 2022 menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.
”Makanya sekali lagi dalam kesempatan ini, yang ingin saya tekankan adalah, agar teater tradisional semacam ini lebih masif lagi ditanamkan kepada generasi muda untuk berani melakoninya dan mencintai budaya bangsa sendiri. Dan di Pulau Belitung untuk kesenian dulmuluk ini sudah lebih giat dilakukan dibandingkan di Pulau Bangka,” sebut Pupung.
Padahal pelestarian ini juga bisa dilakukan termasuk melalui lembaga pendidikan yang fungsinya adalah guna mengajak peserta didik mengenal lebih dekat kesenian tradisional daerahnya yang mengandung banyak pesan-pesan pendidikan moral, semangat perjuangan bangsa dan sebagainya.
”Semoga ke depan, upaya-upaya ini akan lebih masif lagi dilakukan melalui kesiapan anggaran yang cukup dan sinergitas antara pelaku kesenian dan budaya, pemerintah dan juga penikmatnya,” harap Pupung. (tras)














