Dulu, Di Pulau Bangka Ada Kampung Bernama Paris, Kini Lenyap Tak Berbekas

Penulis : Kulul Sari | Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

MENDENGAR kata ‘Paris’ pasti ingatan kita akan tertuju pada sebuah kota indah dan terromantis di dunia dengan  mahakarya Menara Eiffelnya. Atau kota yang terkenal dengan objek wisata sejarah alam seperti Kebun Raya Jardin des Plantes dan kota tempat dimakamnya jasad   tokoh-tokoh terkenal seperti Voltaire dan Marie Curie di Gedung Panthéon yang megah itu.

Nah, bagaimana jika Paris ternyata pernah ada dan menjadi nama sebuah kawasan perkampungan di Pulau Bangka? Lalu dimanakah letak Kampung Paris itu?

Berdasarkan peta Belanda berangka tahun 1933, Kampung Paris terletak di sebelah atau arah pesisir Pantai Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan.

Walau tidak meninggalkan sesuatu yang bisa dijadikan jejak dan pertanda, namun masyarakat Pulau Besar hingga saat masih meyakini bahwa dulu benar pernah ada sebuah perkampungan bernama Kampung Paris. Lantas kemana penduduknya sekarang ? Mengapa kampung itu ditinggalkan dan bak lenyap ditelan bumi?

Berdasarkan penuturan salah seorang tokoh masyarakat Pulau Besar, Toni Mukti (54), kepada Trasberita.com, Sabtu (29/01/2022) mengatakan, kini Kampung Paris hanya tinggal nama saja.

“Kampung itu dulu pernah ada. Namun kini tinggal ceritanya saja. Sayangnya tiada lagi orang yang tahu pasti tentang Kampung Paris, karena para sesepuh yang dulu mengetahui cerita itu sudah banyak yang meninggal dunia,” tutur Toni memulai cerita.

Berdasarkan cerita dari orangtua dulu, lanjut Toni, di Kampung Paris ini pernah hidup dua tokoh sakti dan memiliki ilmu kanuragan tinggi. Konon, entah dipicu oleh persoalan apa, kedua tokoh sakti ini saling adu kesaktian. Mereka berkelahi tujuh hari tujuh malam lamanya.

“Keduanya beradu kesaktian.  Keduanya sama-sama sakti. Pada suatu kesempatan di hari ketujuh salah satu diantaranya kalah. Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh lawannya. Maka lawannya yang kalah itu  langsung dibunuh lawannya.
Setelah peristiwa itu, Kampung Paris ditinggalkan penduduknya dan pindah ke perkampungan yang saat ini dinamakan Kampung Batu Betumpang atau Pulau Besar,” cerita Toni.

Sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian menyebutkan, Kampung Paris muncul dalam peta Res. Bangka en Onderh. Opgenomen door den Topografischen dienst in 1933-1934 Blad 34/XXVII h.

“Terakhir kampung ini masih
tergambar di dalam peta sampai dengan Tahun 1946. Setelah itu Kampung Paris tidak tercatat
lagi dalam peta. Dalam peta-peta kuno masa kekuasaan Inggris dan Belanda atau pada beberapa
Kaart van Het Eiland Bangka, mulai Tahun 1819,1821,1858, 1885, 1897, 1920 dan Tahun 1925
nama Kampung Paris belum tercatat dalam peta”, ungkap Elvian.

Dikatakan Elvian, kampung ini diberi nama dengan
toponim Paris karena dulunya pada kawasan atau wilayah geografis Kampung Paris banyak tumbuh pohon Paris atau pohon Meranti putih.

“Sedangkan disebut Kampung Oelin karena pada wilayah
geografis kampung ini banyak ditumbuhi pohon Oelin”, imbuh Elvian.

Pamong Budaya Bangka Belitung, Ali Usman menambahkan, Kampung Paris ini tercatat juga pada Abad  XX dan terletak di daratan berbukit.

“Jika merunut peta, Kampong Paris terletak di sebuah daratan berbukit dengan titik tertinggi 19 meter, di sebelah Selatan berbatasan dengan Tanjung Lalang, bagian Barat terdapat Aik Tanjunglayang, di bagian Utara dan Timur terdiri rawa-rawa atau lelap atau payak,” ungkap Ali.

Masih menurut Ali Usman, Kampung Paris memanjang Barat-Timur, dibelah jalan kampung yang lurus, dikelilingi perkebunan lada dan karet, dihubungkan jalan setapak ke Barat menuju muara Sungai Olim dan Kelekak Lubukbunder, jalan setapak ke selatan menuju Tanjung Lalang, jalan setapak ke timur menuju Aik Menjul dan jalan setapak ke Utara menuju Kelekak Keledang.

Kini penyelusuran sejarah terkait Kampung Paris yang diduga terletak di Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan ini masih terus dilakukan. Semoga fakta sejarah kan terkuak…! (Tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *