Dunia Hukum Bangka Barat Ciptakan Sejarah Baru, Korban Kasus Pengeroyokan Motif Cemburu Dapat Restitusi

Pelaksanaan restitusi yang dilakukan pada Jumat (8/12/2023) pagi dipimpin langsung Kepala Kejari (Kajari) Babar Bayu Sugiri, di dampingi oleh Petugas Penghubung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Babel Sapta Qodria Muafi. (fierly/trasberita.com)

Laporan: Fierly
BANGKABARAT, TRASBERITA.COM — Kasus tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan lima orang terdakwa dengan inisial AL, AR, US, TH dan EF kepada korban RA di pada bulan Juni 2023 lalu menciptakan sejarah baru bagi dunia hukum di Kabupaten Bangka Barat (Babar).

Pasalnya, melalui kasus itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Babar melaksanakan penyerahan Restitusi untuk pertama kalinya.

Bacaan Lainnya

Restitusi sendiri adalah suatu kegiatan ganti kerugian yang diberikan kepada korban atau keluarganya oleh pelaku tindak pidana atau pihak ketiga.

Pelaksanaan restitusi yang dilakukan pada Jumat (8/12/2023) pagi dipimpin langsung Kepala Kejari (Kajari) Babar Bayu Sugiri.

Dia terlihat didampingi oleh Petugas Penghubung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Babel Sapta Qodria Muafi.

Kemudian Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Babar Jan Maswan Sinurat dan keluarga besar dari masing-masing korban dan terdakwa.

Ada beberapa hal yang Bayu Sugiri sampaikan usai pelaksanaan penyerahan restitusi tersebut.

“Ini proses hukumnya sudah berjalan sampai pada tahap putusan, sudah inkrah. Nah, dalam putusan itu sesuai dengan undang-undang, ada kewajiban untuk membayar restitusi yang akibat hukumnya, ketika restitusi tidak dijalankan oleh pihak tersangka nanti berakibat ada penerapan hukuman subsider,” ungkap Bayu.

Diterangkan mantan Kajari Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, dengan pelaksanaan pemenuhan dan pembayaran restitusi akan menghilangkan hukuman subsider.

Dan juga menjadi bagian paradigma hukum dalam perkembangannya, bagaimana kerugian korban bisa dipulihkan.

“Proses ini tidak diukur dan dinilai pada sisi nominal ya, karena nominal ada dari pihak yang menghitung itu. Intinya kejaksaan sebagai eksekutor perkara, melaksanakan putusan ini di mana para pihak utamanya tersangka bersedia membayar yang sudah dihitung oleh LPSK,” katanya.

Terakhir, dirinya mengapresiasi kinerja semua pihak atas terselenggaranya pelaksanaan penyerahan restitusi tersebut.

Pasalnya, kegiatan penyerahan restitusi ini merupakan kali pertama yang dilaksanakan oleh Kejari Babar.

Dilansir dari pemberitaan sebelumnya, salah seorang remaja asal Kecamatan Simpangteritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar) berinisial A (17) menjadi korban tindak pidana pengeroyokan.

Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka berat pada bagian tubuhnya.

Insiden pengeroyokan yang dilakukan dua terduga pelaku berinisial H (17) dan N (15) pada Rabu (14/6/2023) petang di sebuah pantai yang ada di daerah itu.

Kedua pelaku tega menganiaya korban diduga karena cemburu buta.

AKP Ogan Arif Teguh Imani, saat itu menjabat Kasatreskrim Polres Babar mengatakan, insiden pengeroyokan itu bermula saat korban A (17) sedang nongkrong di kawasan pantai di Kecamatan Simpangteritip pada Rabu (14/6/2023) petang.

Korban tidak sendirian, namun dengan dua teman wanitanya.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba kedua pelaku H dan N datang dan langsung mengeroyok korban bersama-sama dengan menggunakan tangan kosong secara brutal.

“Hasil keterangan para saksi, penyebab pengeroyokan ini karena pelaku N cemburu kepada korban A karena korban dekat dengan perempuan yang dia suka. Jadi rebutan cewe sehingga pelaku H mengajak N memukul korban,” kata Iptu Ogan Arif, Jumat (16/6/2023) petang di ruang kerjanya.

Kemudian setelah dilakukan rangkaian kegiatan penyidikan, jumlah pelaku pengeroyokan bukan hanya dua, tetapi ada lima orang.

Ketiga tersangka lainnya kala itu berinisial AR, AL dan AL diburu polisi dan sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun pada Minggu (18/6/2023) dini hari, ketiganya berhasil diamankan Tim Satreskrim Polres Babar di tempat persembunyiannya di Kecamatan Simpangteritip.

“Benar untuk ketiga pelaku tambahan yang terlibat dalam pengeroyokan di sebuah pantai di Kecamatan Simpangteritip pada Rabu sore kemarin sudah kita amankan. Mereka berinisial Ar, Al dan Al, umurnya satu berusia 21 tahun, duanya umur 19 tahun,” ujarnya, Senin (19/6/2023). (TRAS)

Pos terkait