Empat Sopir dan Bos Solar Ilegal Sama-Sama Divonis 4 Bulan, Kapal Norhla Pengangkut BBM tidak Diproses

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat menyidangkan kasus tata niaga BBM illegal dengan terdakwa Sang Bos Bonar dan empat sopir tanki, di Ruang Sidang III Pengadilan Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka, Senin (18/12/2023). (JB/trasberita.com)

Penulis: Mangthoni
BANGKA, TRASBERITA.COM –– Malang betul nasib empat orang anak buah Muhammad Yusuf alias Bonar, terdakwa perkara jual beli BBM solar ilegal yang ditangkap Polres Bangka.

Keempat anak buah Bonar yang merupakan para sopir mobil tanki ini difonis empat bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan (PN) Sungailiat, pada Senin (18/12/2023).

Bacaan Lainnya

Mereka adalah Sandiaga Cahyo alias Angga, Deni Kusuma Putra alias Deni, Ramdani alias Akew dan Suprapto Try Wibowo alias Joko.

Nasib keempat sopir yang hanya bertugas mengantar solar dari Kapal Norhla ke gudang BBM milik Bonar, mendapatkan vonis yang sama dengan Sang Bos BBM illegal, Bonar.

Padahal dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pertimbangan amar putusan Majelis Hakim, disebutkan bahwa ke empatnya merupakan orang suruhan juragan Bonar.

Bonar memerintahkan ke empatnya untuk menjemput puluhan ton solar ilegal yang bongkar dari Kapal Norhla di dermaga Mantung, Belinyu Kabupaten Bangka.

Kapal Norhla sendiri dan Anton yang disebut sebagai penjual solar illegal sampai putusan Majelis Hakim dibacakan, seakan tak tersentuh hukum.

Entah sudah berlayar kemana Kapal Norhla dan entah sudah sembunyi kemana Si Anton.

Kapal yang jelas-jelas membawa BBM illegal tersebut kini tidak diketahui rimbanya bersama sisa solar 180 ton.

Meski berstatus sebagai pekerja, namun vonis yang dijatuhi Hakim ke empat terdakwa sama dengan sang big bos Bonar.

Amar putusan Bonar Cs, dibacakan majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (18/12/2023).

“Mengadili menyatakan para terdakwa Muhammad Yusuf alias Bonar, Sandiaga Cahyo alias Angga, Deni Kusuma Putra alias Deni, Ramdani alias Akew dan Suprapto Try Wibowo alias Joko terbukti secara sah dan bersalah sebagaimana dakwaan pertama penuntut umum,” kata ketua Majelis Hakim membeberkan amar putusan para terdakwa.

“Menjatuhkan para terdakwa dengan pidana masing masing 4 bulan pidana penjara, dan memerintahkan agar supaya terdakwa tetap ditahan,” sambung ketua majelis.

Usai membacakan amar putusan, Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para terdakwa, Tim Penasehat Hukum dan Jaksa Penuntut Umum menanggapi putusan tersebut.

“Para terdakwa, penasehat hukum dan Jaksa punya hak untuk melakukan upaya hukum selama tujuh hari kedepan, apakah menerima, pikir pikir atau banding atas putusan ini,” ujar Hakim, yang selanjutnya mengetuk palu tanda ditutupnya sidang. (JB/tras)

Pos terkait