Enam Suku di Pulau Belitung, Begini Jumlah dan Lokasi Tinggal Mereka

Penulis: Suryan Masrin
Pemerhati Manuskrip Arab Melayu Bangka dan Sejarah Lokal

TRASBERITA.COM — Suku Sekak di Belitung terbagi menjadi dua, yakni yang sudah Islam dan belum Islam (ada 5 sub suku).

Bacaan Lainnya

Suku Juroe, adalah suku Sekak yang sudah beragama Islam, telah menetap di tanah di kampung-kampung sejak tahun 1870, kampung di kota induk Tandjong Pandan berisi 438 jiwa dan kampung di pangkalan Manggar berisi 136 jiwa.

Sementara sebagian kecil bermukim di dekat Kepulauan Karimatta (Kalimantan Bagian Barat) dengan mencari ikan.

Suku Sekak yang belum bergama Islam terdiri dari:

a. Suku Parak (kepala suku), memilah di bawah kecamatan Tandjong Pandan dan berisi 151 perahu dengan 550 jiwa, yang sebagian di bawah kepala Ma Begab, terdiri dari 16 perahu dengan 167 jiwa, terletak di dekat pulau Mendanouw, di kabupaten yang sama.

b. Suku Ulim, juga diurutkan berdasarkan suku yang disebutkan di atas dan di kabupaten yang sama, terdiri dari 60 kano dengan 295 jiwa.

c. Suku Ketapang, yang berada di bawah kecamatan Sidjuk, berjumlah 77 perahu dengan 329 jiwa, yang sebagian di bawah pimpinan Poenay, 54 perahu besar dengan 212 jiwa, telah menetap di sungai dan kecamatan Boeding sebagai suku tersendiri;

d. Sukkoe Bakouw, berjumlah 67 kano dengan 297 jiwa, berdiri di sungai dan Manggar, di bawah district Linggang atau Manggar.

e. Suku Blantoe yang sebagian terdiri dari 94 sampan dengan 399 jiwa telah bermukim di teluk atau dekat Dendang, sedangkan bagian lain, berjumlah 74 kano dengan 323 jiwa, terletak di Membalong, distrik Blantoe.

Sumber: Majalah untuk Bahasa Hindia, Geografi dan Majalah Etnologi Masyarakat Batavia Verhandelen dari Masyarakat Seni dan Sains Batavia: Madjalah untuk ilmu bahasa, ilmu bumi dan kebudajaan Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *