SOLO, TRASBERITA.COM — Sore itu di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, suasana halaman rumah Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo tampak hidup.
Di bawah langit yang mulai temaram, sejumlah kader PDI Perjuangan duduk melingkar di teras rumah sang mantan Wali Kota Solo.
Tanpa podium, tanpa naskah pidato, pertemuan berlangsung hangat namun sarat makna perjuangan.
Meja kayu panjang di hadapan mereka menjadi saksi percakapan antara generasi yang menanam dan generasi yang meneruskan.
FX Rudy — kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah — berbicara dengan nada tegas, tetapi lembut.
Setiap katanya seperti keluar dari pengalaman panjang dalam mengabdi.
“Miskin harta itu berkah, tapi miskin mental adalah musibah,” ujarnya lantang, membuat para kader muda terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan.
Petuah itu bukan sekadar nasihat, melainkan cara Rudy mengingatkan bahwa kekuatan partai selalu lahir dari kejujuran dan daya juang, bukan dari kemewahan atau jabatan.
Bagi Rudy, menjadi kader PDI Perjuangan berarti siap menghadapi apa pun — termasuk pengkhianatan dan ujian.
“Sebagai kader PDI Perjuangan, kita harus siap dibuang, siap dibunuh, bahkan siap dibuli,” ucapnya. “Karena kesetiaan sejati tidak diuji saat kita menang, tetapi ketika kita ditinggalkan.”
Kalimat itu menggema di antara dinding rumah, membangkitkan semangat lama yang pernah menyalakan api perlawanan di masa sulit partai ini bertahan.
Dari jajaran tamu yang hadir sore itu, tampak seorang kader dari jauh: Aboul A’la Almaududi, kader PDI Perjuangan asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia datang ke Solo untuk bersilaturahmi, sekaligus menimba semangat langsung dari sosok yang dikenal teguh menjaga garis ideologi partai.
Duduk bersebelahan dengan FX Rudy, Aboul memperhatikan setiap nasihat yang keluar dari mulut sang senior.
Percakapan mereka sesekali diselingi senyum — seolah dua generasi marhaen tengah saling menyapa dalam bahasa yang sama: kesetiaan.
“Partai ini rumah besar, bukan milik satu daerah,” kata Rudy menegaskan.
“Baik di Jawa Tengah, Bangka Belitung, atau di mana pun, semangatnya sama — gotong royong, kejujuran, dan pengabdian kepada rakyat kecil.”
Ucapannya sederhana, tapi terasa membumi. Inilah watak pemimpin yang tidak berjarak, yang lebih senang berbicara di teras rumah daripada di atas panggung.
Selama lebih dari dua dekade memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Solo, FX Rudy dikenal teguh menjaga ideologi partai.
Di bawah kepemimpinannya, Solo menjadi basis kuat dengan kader yang militan, disiplin, dan berjiwa rakyat. Ia kerap menekankan,
“Lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan kejujuran.”
Prinsip itu, bagi banyak kader, adalah warisan moral yang tak ternilai di tengah godaan politik yang makin pragmatis.
Diskusi sore itu berlangsung cair, namun dalam.
Para kader muda, termasuk dari luar Jawa, menyimak kisah perjuangan lama — dari masa ketika partai ditekan, hingga hari ini ketika PDI Perjuangan menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di negeri ini.
Tawa dan kisah mengalir di antara cangkir kopi dan pisang goreng, menciptakan suasana kekeluargaan khas banteng yang tidak mudah ditemukan di forum resmi.
Menjelang senja, mereka berfoto bersama.
Tak ada perbedaan antara yang tua dan muda, antara Solo dan Bangka Belitung.
Semua duduk sejajar di bawah warna merah yang sama.
Di wajah mereka terpancar keyakinan bahwa perjuangan tidak berhenti di satu masa, tapi terus diwariskan — dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sebelum pertemuan berakhir, FX Rudy kembali berpesan lirih namun penuh tenaga, “Berpolitiklah untuk rakyat kecil.
Jangan sombong saat berkuasa, jangan putus asa saat jatuh.
Jadilah marhaen sejati — yang bekerja, berkeringat, dan tetap tersenyum untuk sesama.”
Kalimat itu menutup sore di rumahnya dengan kesan mendalam.
Dan bagi kader-kader muda seperti Aboul dari Bangka Belitung, sore itu bukan sekadar silaturahmi, tapi pertemuan dengan akar — akar perjuangan yang membuat mereka mengerti kembali makna menjadi banteng: setia, teguh, dan siap berjuang di mana pun berada. (Tras)








