Gelar Seminar Sejarah Benteng Toboali, Pemda Basel di Tantang Untuk Mengambil Peluang

Penulis : Kulul Sari

TOBOALI, TRASBERITA. COM, –Fort Toboali, merupakan salah satu bangunan yang cukup bersejarah dan merupakan bangunan bekas basis pertahanan pemerintah kolonial Belanda.

Bacaan Lainnya

Benteng yang saat ini tinggal puing-puing dengan beberapa tembok yang masih berdiri serta ditumbuhi pohon kayu ara dengan akarnya yang mencengkeram kokoh ke salah satu dindingnya, menyimpan misteri dan kisah masa lalu yang perlu di telisik.

Untuk menguak sejarah dan peristiwa masa lalu tentang benteng ini, Yayasan Jelajah Bangka Indonesia, didukung oleh Pemda kabupaten Bangka Selatan dan PT. Timah, tbk, dan Bekaes Budaya Bangka Belitung menggelar seminar sejarah Benteng Toboali dengan tema “Menguak Sejarah Benteng Terbesar di Luar Sumatera”, pada hari minggu (25/9/2022)

Walau hujan mengguyur lokasi kegiatan, Sedikitnya 265 peserta memenuhi tenda yang telah disediakan panitia.

Acara dibuka oleh bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP, dengan menghadirkan narasumber ;

1. Direktur Pengembangan Destinasi Wisata dan Infrastruktur Kemenparektaf Ri, DR. Wawan Gunawan,
2. Pamong Budaya Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan TeknologiTeknologi, Desse Bayu Subrata,
3. Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, Sejarawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan saya berharap setelah seminar ini bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui hari jadi Toboali serta ada revitalisasi terhadap benteng ini”, kata bupati saat membuka seminar tentang sejarah Benteng Toboali di lokasi Benteng Toboali kabupaten Bangka Selatan

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Wisata dan Infrastruktur Kemenparektaf RI DR. Wawan Gunawan, berharap melalui seminar ini akan memunculkan rekomendasi yang bisa digunakan kabupaten Bangka Selatan untuk mengajukan proposal ke pusat,

Ditambahkannya provinsi Bangka Belitung merupakan prioritas dari pusat untuk mengembangkan potensi destinas wisata,

“Dalam RPJMN tahun 2020 – 2024 masuk dalam destinasi super prioritas, tinggal bagaimana kita menyambutnya, bagaimana kita meresponnya, bagaimana kita menangkap peluang ini”, jelas Wawan

Selain kegiatan seminar sejarah, kegiatan juga diisi dengan lounching buku tentang sejarah benteng Toboali karya Dato Akhmad Elvian, juga lounching Digital Library oleh Bunda Literasi Bangka Selatan Elizia Riza Herdavid.

Selain dihadiri oleh peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, SMA /SMK, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum, juga hadir dari Lembaga Adat Melayu Negeri Junjung Besaoh, Masyarakat Sejarah Indonesia provinsi Bangka Belitung, Direktur SDM PT Timah, anggota DPRD Babel, DPRD Basel, kapolres Toboali dan undangan lainnya.(tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *