PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Generasi Emas Indonesia (GESID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkeadilan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan komunikasi strategis bersama Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai langkah awal memperkuat sinergi program ketenagakerjaan yang menyasar langsung generasi muda, khususnya di wilayah perdesaan.
Pertemuan yang dilaksanakan beberapa hari lalu menjadi momentum penting dalam menyatukan visi dan arah kolaborasi antara GESID Babel dan Disnaker Provinsi Bangka Belitung.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bapak Elius Gani, S.P, serta turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bangka Tengah. Hadir pula Bapak Lukman dari Bidang Balai Latihan Kerja (BLK), Bapak Mega dari Bidang Pemagangan, serta jajaran staf Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, GESID Babel menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjadikan gerakan kepemudaan sebagai mitra strategis sekaligus mitra teknis pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa. GESID Babel menilai bahwa potensi anak-anak muda di perdesaan sangat besar, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pembelajaran, pelatihan, dan keterampilan kerja yang seharusnya dapat dirasakan secara merata.
Ketua GESID Babel, Suwardian Ramadhan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh bersifat sentralistik.
Menurutnya, banyak anak muda di desa yang memiliki semangat, bakat, dan harapan besar, namun belum sepenuhnya mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama.
“GESID hadir untuk menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat perdesaan, agar potensi generasi muda tidak terhambat oleh keterbatasan akses,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suwardian Ramadhan mencontohkan adanya desa-desa yang telah melaksanakan pelatihan keterampilan seperti menjahit, memasak (koki), dan pelatihan vokasional lainnya.
Dari praktik baik tersebut, GESID Babel memandang bahwa program serupa perlu diperluas dan direplikasi di desa dan kelurahan lainnya.
“Mengapa praktik baik ini tidak kita dorong menjadi gerakan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak muda di desa,” tambahnya.
GESID Babel juga menyatakan kesiapan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama Disnaker Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya melalui sinergi dengan Bidang BLK dan Bidang Pemagangan, agar program pembelajaran dan pelatihan keterampilan dapat menjangkau langsung masyarakat perdesaan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan gerakan yang berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap peningkatan kapasitas serta kesiapan kerja generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta jajaran menyambut baik semangat dan gagasan yang disampaikan oleh GESID Babel.
Disnaker Provinsi Bangka Belitung menyatakan keterbukaannya untuk bersinergi, baik dalam penyebaran informasi, pemberian akses program, maupun penguatan kolaborasi dengan komunitas dan pemuda di desa.
Sebagai penutup, Ketua GESID Babel menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi titik awal kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami berharap apa yang telah dibicarakan dapat direalisasikan dan dilaksanakan secara nyata, sehingga benar-benar memberikan ruang pengembangan potensi bagi anak-anak muda di perdesaan Bangka Belitung,” tutup Suwardian Ramadhan.
GESID Babel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta seluruh jajaran atas keterbukaan dan semangat kolaborasi yang terbangun.
Sinergi ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menciptakan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkeadilan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Tras)













