Hingga Februari 2023, Surplus APBN Capai Rp 131,8 Triliun

Konferensi Pers APBN KiTA Regional Provinsi Bangka Belitung Edisi Maret 2023 di Aula Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (21/3/2023). (ist)

Laporan: bim
PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM – Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Oza Olivia menyatakan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) secara nasional sejak 2022 hingga 28 Februari 2023 masih dapat terjaga dengan baik.

Hal ini dikatakan Oza dalam Konferensi Pers APBN KiTA Regional Provinsi Bangka Belitung Edisi Maret 2023 di Aula Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (21/3/2023).

Bacaan Lainnya

“Kinerja APBN kita secara nasional sebagaimana yang telah disampaikan oleh bu Menteri Keuangan, tahun 2022 capaiannya terlalu cukup luar biasa. Bisa tumbuh walaupun kita tahu kondisi covid,” katanya

Oza juga memaparkan, belanja negara secara nasional mengalami pertumbuhan sebesar 1,8% year on year.

“Kita lihat penerimaan negara mencapai Rp.419,6 Triliun, ini tumbuh 38,7,% yoy. Kalau dari belanja negara kita mencapai Rp.287,8 Triliun, jika dari dua hal tersebut surplus APBN kita ini mencapai 131,8 Triliun,” urainya.

Ia menguraikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sampai saat ini masih tergolong dalam zona ekspansif.

“Kalau kita lihat kondisi perekonomian kita yang terkini (Februari 2023) membaik. Kita masuk di zona ekspansif, masih diatas 50,” papar Oza.

Selanjutnya, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edih Mulyadi menyebut realisasi APBN di Babel dengan total pendapatan sebesar Rp.465,94 Miliar, sementara belanja APBN mencapai Rp.1,37 Triliun.

“Jadi, secara keseluruhan ada defisit di Bangka Belitung Rp900,14 Miliar,” jelasnya.

Sedangkan realisasi APBD di Babel, Edih menambahkan, angkanya mencapai Rp667,09 Miliar. (*/TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *