Hutan Lindung Air Gelam Batu Beriga Dihantam Tambang Illegal Bos Suli, Oknum BPD Ngaku Hanya Digaji Rp 500.000

Satu unit alat berat jenis excavator merek hitachi sedang beraktivitas di lokasi tambang milik Suli di kawasan hutan Air Gelam Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (23/6/2023). (JB/trasberita.com)

 

Penulis : Edoy // Editor: Bangdoi Ahada
BANGKATENGAH, TRASBERITA.COM — Kembali hutan lindung (HL) digasak oleh aktivitas tambang illegal.

Bacaan Lainnya

Kali ini, Hutan Lindung (HL) Air Gelam Desa Batu Beriga dicaplok dan dirusak oleh bos tambang Desa Batu Beriga.

Informasi yang dihimpun Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber) di lapangan, menyebutkan pemilik tambang di Desa Air Gelam ini adalah Suli, warga Desa Batu Beriga.

“Pak Suli ini asalnya bukan dari Beriga sini Bang. Beliau ini menikah dengan warga sini,” ujar Yan, salah satu warga yang mendampingi Tim Jobber ke lokasi tambang, Jumat (23/6/2023) sekitar pukul 16.10 WIB.

Diceritakan Yan, lokasi tambang Suli ini ada di beberapa lokasi di Desa Batu Beriga.

“Selain di Air Gelam ini, ada juga di Payak Duri. Pak Suli ini yang nambang, tetapi kalo lahannya kalo dak salah punya orang lain. Dan setiap lokasi ada yang ngurus Bang,” tukas Yan.

Hanya saja, Suli yang dikomfirmasi Tim Jobber, tidak mengakui bahwa dirinya yang memilik tambang di Air Gelam.

Berdasarkan petunjuk google map, lokasi tambang di Air Gelam ini masuk kawasan Hutan Lindung yang ditandai dengan warna hijau.

Di sekitar lokasi tambang tersebut sudah banyak ditumbuhi pohon kelapa sawit milik warga.

Sebagian ada yang sudah berbuah, dan sebagian lagi baru ditanam.

Jarak lokasi tambang dari jalan Raya Desa Batu Beriga sekitar 3 kilometer.

Untuk mencapai lokasi yang cukup tersembunyi dari pantauan masyarakat ini, harus melewati jalan tanah dan memasuki kebun sawit milik masyarakat.

“Nah itu pondoknya Bang. Lokasi yang ada Excavator merek Hitachi itu milik Pak Suli. Kalo hari jumat ini biasanya mereka memang istirahat Bang,” tukas Yan.

Hutan lindung yang seharusnya dilindungi tersebut, saat ini sudah berubah menjadi gundukan tanah dan lubang camuy.

Saat tiba di lokasi, Tim Jobber melihat satu alat berat warna orange sedang beraktivitas membongkar tanah, sehingga pemandangan hutan terlihat sudah porak poranda.

Informasi yang dihimpun Tim Jobber juga menyebutkan bahwa lokasi tambang di Air Gelam tersebut diurusi oleh salah satu oknum Anggota BPD Batu Beriga, Putra.

Oknum BPD Putra, saat dikonfirmasi tidak mengakui kalau dirinya sebagai pengurus tambang Suli.

“Demi Allah bang, bukan saya pengurusnya. Saya hanya sering saja main ke lokasi itu, kalau saya pengurus nggak mungkin saya hanya dikasih gaji 500 ribu bang,” jelas Putra. (JB/TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *