PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Malam Minggu (13/12/2025), Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang tak sekadar menjadi ruang jamuan.
Ia berubah menjadi simpul kenangan, gagasan, dan harapan. Di sanalah Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor menggelar Silaturrahim Akbar—sebuah pertemuan hangat yang menyatukan alumni lintas profesi dengan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, Minggu (14/12/2025).
Tak ada sekat formal yang kaku. Tawa kecil bersahutan, obrolan mengalir, dan diskusi terasa hidup.
Dipandu langsung oleh Imam Wahyudi—anggota DPRD Babel sekaligus tokoh alumni, malam itu menjadi pertemuan yang “berisi”, kata banyak hadirin.
Dari ustadz, senator, anggota dewan, budayawan, akademisi, pengusaha, birokrat hingga penegak hukum, semua duduk setara, berbagi pandangan untuk satu tujuan, Pangkalpinang yang lebih maju dan tertata.
Nama-nama hadir dengan cerita masing-masing.
Ada Ustadz Zuhri, Senator Babel yang lugas; Badaruddin, budayawan yang akrab disapa Atok Kulop, hingga para pimpinan pondok pesantren se-Bangka Belitung. Mereka datang bukan sekadar bernostalgia, melainkan membawa kepedulian.
Imam Wahyudi mengingatkan satu hal yang kerap luput dari perhatian publik, yakni Prof. Udin bukan orang asing bagi keluarga besar Gontor.
“Beliau keluarga alumni Gontor, bahkan tercatat sebagai mahasiswa S3 Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), dan sudah berjalan tiga tahun,” ungkapnya.
Sebuah fakta yang menyambung benang ideologis antara pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian.
Di hadapan para alumni, Prof. Udin menyambut pertemuan itu dengan terbuka.
Baginya, silaturahmi bukan sekadar temu kangen, melainkan kanal masukan yang jujur.
“Pertemuan seperti ini perlu terus digalakkan. Banyak saran dan pendapat yang bisa menjadi bekal untuk membangun Pangkalpinang,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen melanjutkan tradisi pembangunan yang baik dari para pendahulu, sekaligus menuntaskan pekerjaan yang tertunda.
Masukan pun mengalir. Dari kebutuhan pembenahan tata kelola pemerintahan, penanganan sampah dan banjir, hingga wajah kota dan parkir—semuanya disampaikan lugas namun beradab.
Ustadz Eduar, Ketua Umum IKPM Gontor Cabang Babel, berharap proposal-program IKPM dapat direspons, dikawal, dan ditindaklanjuti.
Sementara Ustadz Zuhri menyatakan kesiapan alumni membantu memperjuangkan program Wali Kota hingga ke kementerian di Jakarta.
Menutup malam, Prof. Udin merespons dengan langkah konkret.
Ia menyebut sejumlah program yang sehaluan dengan kebijakan sebelumnya dan siap diperkuat, termasuk dukungan pendidikan keagamaan.
Salah satunya, rencana pelatihan kader da’i muda selama enam bulan di Pondok Modern Gontor, menyasar anak-anak TPA dan SMP.
“Dari sini kita siapkan generasi muda yang cerdas dan religius untuk masa depan,” tutupnya.
Malam itu, silaturahmi membuktikan satu hal, yakni kota tak hanya dibangun dengan beton dan aspal, tetapi juga dengan nilai, jejaring, dan kepercayaan.
Di meja silaturahmi IKPM Gontor, arah Pangkalpinang dirajut, pelan, hangat, dan penuh harapan. (Tras)













