Jamaah Masjid Raudhatul Jannah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW; Cinta Nabi Jangan Tanggung-Tanggung!

Jamaah Masjid Raudhatul Jannah, RT 08 RW 03 Griya Taman Kota II Kelurahan Air Itam Pangkalpinang menggelar Nganggung, dalam rankaian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Raudhatul Jannah, KKamis (21/10/2021) malam. (doi/tras)

Penulis: Bangdoi Ahada

PANGKALPINANG, TRASBERITA.COM — Para sahabat Nabi Muhammad SAW mencurahkan kecintaan yang besar kepada Rasul shallallahu ‘alaih wasallam, melebihi cinta mereka kepada keluarganya.

Bacaan Lainnya

Mereka lebih mementingkan kecintaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, daripada selainnya. Inilah prinsip hidup para sahabat.

“Para sahabat begitu faham pengaruh cinta dalam kehidupan. Cinta akan memicu seorang, untuk selalu patuh dan tunduk kepada orang yang dicintai, yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana dengan kita yang hidup jauh dari zaman Rasulullah?,” ujar Ustadz Fajri SPdI MPdI, saat menyampaikan tausyiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Griya Taman Kota II, Kelurahan Air Itam Pangkalpinang, Kamis (21/10/2021) malam.

Mengusung Tema “Cinta kepada Rasulullah Jangan Tanggung-Tanggung”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diikuti warga Taman Kota II, di Masjid Raudhatul Jannah, mulai ba’da Sholat Isya.

Ketua Masjid Raudhatul Jannah, Ustadz Sahbaini SH MH mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum untuk memperkuat tali silahturrahmi antara warga, dan juga momentum meningkatkan rasa cinta kepda Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 03 Kelurahan Air Itam Pangkalpinang, Ustadz Ruslan SE menjelaskan, meski dalam suasana yang masih pandemi, warga RT 08 RW 03 tetap menginginkan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tentu dalam protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Kita cinta Rasulullah. Salah satu cara mewujudkan cinta kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, kita memperingati hari kelahiran Beliau, dan mengikuti tauladan Rasulullah dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Ustadz Ruslan.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Fajri menyebutkan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah ta’ala telah menekankan dan menunjukkan pentingnya kepatuhan dan tunduk terhadap perintah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bahkan Allah Ta’ala mengaitkan ketaatan kepada-Nya, dengan ketaatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebagaimana dalam firman-Nya: “Barangsiapa yang menaati rasul, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (An Nisa: 80)

“Para sahabat begitu sadar, bahwa cinta ibarat tali yang kuat, yang mengeratkan ikatan hati, antara mereka dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan kecintaan yang tulus inilah, mereka hendak menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkap Ustadz Fajri.

Karena kecintaan inilah, kata Ustadz Fajri, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti yang dilaksanakan jamaah Masjid Raudhatul Jannah, Griya Taman Kota II, RT 08 RW 03 Kelurahan Air Itam Pangkalpinang.

Diakui Ustadz Fajri, memang masih ada umat Islam yang menolak kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Alasan sebagian kecil Umat Muslim ini, karena mereka meyakini Nabi Muhammad tidak pernah melakukan kegiatan seperti itu.

Sehigga mereka meyakini sesuatu yang tidak dilakukan Nabi Muhammad, maka tidak boleh dilakukan.

“Kita hormati saja keyakini mereka tersebut. Padahal tidak semua yang tidak dilakukan Rasulullah itu tidak bisa kita lakukan. Selama tidak mengandung kemaksiatan dan keburukan, maka kita bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Misalnya, apakah kita tidak boleh menggunakan HP? karena Rasul tidak pernah menggunakan HP. Semua itu ada rasional dan ada juga normatifnya,” jelas Ustadz Fajri.

Intinya, kata Ustadz Fajri, selama kita melaksanakan Maulid Nabi untuk tujuan meningkatkan kecintaan kepada Baginda Rasulullah, maka hal ini boleh dilakukan.

Hubungan antara cinta, taat, tunduk dan patuh amatlah erat. Kata-kata ini tidak bisa dipisahkan.

Semakin tinggi frekuensi cinta, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan dan ketundukannya kepada yang ia cintai.

Sebaliknya, saat frekuensi cinta berkurang, maka semakin rendah tingkat kepatuhan dan ketundukan terhadap perintah maupun larangan beliau.

“Insya Allah melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW malam ini, kita yang hadir sekarang ini menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang mencintai Baginda Nabi secara utuh, dan sebaliknya dicintai oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Aamiin Ya Rabbal Alamiin,” tutup Ustadz Fajri.

Kegiatan kemudian diututup dengan acara Nganggung, atau makan bersama seluruh jamaah yang hadir. (TRAS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *