Jelang Porprov Sejumlah Atlet Peraih Medali Basel Dikabarkan Pindah Kabupaten, Koni Babel : Itu Bisa dan Mudah

Penulis : Milando
TOBOALI, TRASBERITA.COM — Kabar buruk datang dari Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tepatnya, menjelang dimulainya gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VI di Bangka Barat (Babar) pertengahan Tahun ini.Pasalnya, sejumlah atlet yang berpeluang meraih medali diisukan ikut kabupaten lain, Jumat (13/01/2023).

Paling santer terdengar ialah, dua atlet catur putri yang salahsatunya peraih medali di Porprov sebelumnya serta satu atlet billiard asal basel peraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Pon) Papua 2020 silam.

Bacaan Lainnya

Bergabungnya atlet dari Basel yang berpotensi meraih medali ke kabupaten lain ini tentu membuat kerugian bagi Basel sendiri.

Kerugian tersebut diantaranya peluang mempertahankan medali pada cabor tersebut menjadi kecil serta tidak mudahnya mencari atlet pengganti dengan persiapan yang sedikit.

Saat dikonfirmasi, ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Basel, Dadang mengatakan dirinya belum mengetahui ada atlet basel yang ikut kabupaten lain pada Porprov Babar mendatang.

” Belum ada kepastian, tapi kalau yang mengundurkan diri sudah ada, ” katanya.

Diakuinya, dirinya sudah menerima surat pengunduran diri baik tertulis maupun secara lisan oleh yang bersangkutan.

” Ada dua orang perempuan, ada yang alasannya ikut suami ke daerah lain.Dua orang tersebut salahsatunya kalau tidak salah peraih medali emas, ” katanya.

Menurutnya, pihaknya telah mendapatkan atlet pengganti sebanyak 3 orang.

” Alhamdulillah, ada 3 orang atlet catur putri yang akan bergabung ke kita.Satunya atlet catur gajah, ” katanya.

Sementara itu, atlet Biliar peraih medali Pon Papua asal Basel yakni Jendi mengakui bahwa dirinya akan ikut kabupaten lain pada Porprov Babar mendatang.

Terpisah, Ketua Koni Babel Ricky Kurniawan menegaskan untuk porprov antar kabupaten, tergantung pengajuan dari KONI kab kota masing-masing.

” Selama memang atlet babel, perpindahan itu bisa dan mudah, selama tidak ada konflik antar 2 kabupaten, ” katanya.

Dikatakannya, pengajuan entry by name oleh KONI kabupaten kota, dan akan di SK kan oleh KONI provinsi menjadi calon atlet.Kemudian akan diverifikasi oleh pengprov cabor masing-masing dan tim keabsahan dari PB Porprov.

” Setelah selesai baru di SK kan menjadi atlet kabupaten kota dan diberikan waktu kepada KONI kab kota untuk menyanggah apabila ada kejanggalan, ” katanya. (tras)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *